bisnis.laksamana.id – 07 Juni 2026 | Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak telah meninjau kesiapan layanan jemaah di beberapa hotel di Madinah, Sabtu (6/6), sehari sebelum kedatangan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah ke Madinah. Menurutnya, fase pasca-Armuzna menjadi periode yang memerlukan perhatian khusus karena sebagian besar jemaah telah mengalami kelelahan fisik setelah menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ia menjelaskan bahwa kondisi jemaah gelombang kedua berbeda dengan gelombang pertama, karena jemaah gelombang kedua tiba di Madinah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah yang menguras tenaga. Oleh karena itu, petugas harus memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah.
Dahnil juga mengingatkan bahwa tradisi Arbain yang dijalankan banyak jemaah Indonesia juga berpotensi meningkatkan kelelahan apabila tidak disertai pengelolaan stamina yang baik. Karena itu, ia meminta jemaah tidak memaksakan diri dan tetap mengutamakan kesehatan.
Selain itu, ia juga meminta pengawasan ketat terhadap layanan konsumsi agar kebutuhan gizi jemaah tetap terpenuhi. Menurutnya, asupan makanan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kebugaran jemaah selama berada di Madinah.
Dahnil mengingatkan bahwa tugas pelayanan belum berakhir dan meminta seluruh petugas tetap menjaga semangat dan fokus memberikan layanan terbaik hingga seluruh jemaah kembali ke tanah air.
Jemaah gelombang kedua diharapkan dapat tetap menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri untuk melakukan aktivitas yang berlebihan.
Oleh karena itu, petugas harus siap memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah dan tetap menjaga semangat memberikan layanan terbaik.
Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang akurat dan memberikan pengawasan ketat terhadap layanan konsumsi.
Dengan demikian, jemaah gelombang kedua dapat tetap menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri untuk melakukan aktivitas yang berlebihan.
Karena itu, petugas harus siap memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah dan tetap menjaga semangat memberikan layanan terbaik.
Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang akurat dan memberikan pengawasan ketat terhadap layanan konsumsi.
Dengan demikian, jemaah gelombang kedua dapat tetap menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri untuk melakukan aktivitas yang berlebihan.
Karena itu, petugas harus siap memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah dan tetap menjaga semangat memberikan layanan terbaik.
Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang akurat dan memberikan pengawasan ketat terhadap layanan konsumsi.
Dengan demikian, jemaah gelombang kedua dapat tetap menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri untuk melakukan aktivitas yang berlebihan.
Karena itu, petugas harus siap memberikan perhatian ekstra kepada jemaah yang baru tiba di Madinah dan tetap menjaga semangat memberikan layanan terbaik.









