Scroll to read post

Mahasiswa Banyuwangi Menorehkan Prestasi di Kompetisi Satelit NASA

Ngasari Tisa Tisa
Mahasiswa Banyuwangi Menorehkan Prestasi di Kompetisi Satelit NASA
Mahasiswa Banyuwangi Menorehkan Prestasi di Kompetisi Satelit NASA
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 18 Juni 2026 | Seorang pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, telah menorehkan prestasi di kancah internasional. Adam Kandias, seorang mahasiswa asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, telah berhasil meraih Juara III Dunia dalam ajang CanSat Competition 2026 yang berlangsung di Virginia, Amerika Serikat.

CanSat Competition merupakan kompetisi teknologi kedirgantaraan bergengsi tingkat global yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) dengan dukungan dari badan antariksa AS, NASA. Kompetisi yang digelar pada 7–8 Juni 2026 tersebut menantang mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk merancang, membangun, dan meluncurkan satelit mini.

Adam Kandias, yang kini duduk di semester empat Program Studi Teknik Komputer Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), bergabung dengan tim riset Bamantara EEPISAT. Mereka menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil menembus babak final dan bersaing ketat dengan 67 tim dari 21 negara.

Proses kompetisi ini memakan waktu hampir satu tahun. Setiap tim harus melewati rangkaian tahapan mulai dari penyusunan desain, penulisan paper teknis, presentasi, pengujian sistem, hingga puncaknya peluncuran satelit di Virginia.

Dalam kompetisi tersebut, Adam Kandias memainkan peran penting dalam mengembangkan perangkat lunak Ground Control Station (GCS), sistem komunikasi data, serta riset antena untuk mendukung misi satelit mini yang dibangun oleh timnya.

Adam Kandias mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia teknologi dan riset kedirgantaraan memiliki keterikatan erat dengan titik awal perjalanannya saat masih bersekolah di SMKN 1 Banyuwangi. Saat itu, ia mengikuti program inkubasi talenta digital lokal bernama Jagoan Digital yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Lewat program angkatan 2023–2024 tersebut, Adam Kandias sempat mengembangkan startup lokal bernama “Tambalin” dan terpilih masuk ke Banyuwangi Business Academy.

Pengalaman inilah yang kemudian memantapkan langkahnya untuk mendalami teknik komputer di bangku kuliah hingga berujung pada panggung kompetisi NASA. Bagi Adam Kandias, pencapaian juara di Amerika Serikat ini bukan akhir proses, melainkan validasi bahwa talenta dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat global.

Keberhasilan Adam Kandias di panggung dunia ini turut mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Ipuk menyatakan bahwa program inkubasi Jagoan Digital yang digagas pemkab memang dirancang untuk menjaring inovasi dari akar rumput agar mampu bersaing secara global.

Sementara itu, program Jagoan Digital sejauh ini telah menetaskan ratusan talenta digital di daerah. Beberapa alumnus program ini tercatat berhasil diserap oleh startup teknologi nasional serta meraih prestasi di ajang nasional hingga mendapatkan beasiswa LPDP di Columbia University.

Keberhasilan Adam Kandias di kompetisi CanSat Competition 2026 ini merupakan bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang teknologi dan riset kedirgantaraan. Hal ini juga menegaskan bahwa program inkubasi Jagoan Digital telah berhasil menjaring inovasi dari akar rumput dan membantu mewujudkan mimpi-mimpi muda Indonesia.