bisnis.laksamana.id – 09 Juni 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa proses lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk pengembangan jaringan 5G tetap berjalan normal di Jakarta, meskipun nilai tukar rupiah sedang melemah terhadap dolar AS.
Selama beberapa hari terakhir, pergerakan mata uang asing menunjukkan penguatan dolar AS yang menekan rupiah hingga menyentuh angka Rp 18.125 per USD 1. Namun, Komdigi menegaskan bahwa situasi ekonomi tersebut tidak berdampak pada kompetisi perebutan spektrum.
Komdigi memastikan bahwa proses lelang frekuensi 5G akan terus berjalan lancar dan tidak akan terganggu oleh kondisi ekonomi yang sedang menurun. Langkah ini diambil untuk mendongkrak kecepatan serta kualitas internet di Indonesia yang dinilai masih terbatas melalui penggelaran jaringan 5G.
Komdigi juga menekankan bahwa pemerintah akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas internet di Indonesia. Mereka berharap bahwa dengan pengembangan jaringan 5G, masyarakat Indonesia akan dapat menikmati layanan internet yang lebih cepat dan stabil.









