bisnis.laksamana.id – 20 Mei 2026 | CEO Nvidia, Jensen Huang, baru saja menghabiskan waktu liburan di Beijing, Tiongkok, dan salah satu pengalaman yang paling menarik adalah mencoba hidangan lokal zhajiangmian di kedai tradisional Fangzhuanchang. Tempat makan ini terletak di gang bersejarah Nanluoguxiang, Beijing, yang dikenal dengan keindahan arsitektur tradisional Tiongkok.
Huang ditemani oleh delegasi bisnis Amerika Serikat dan mereka semua tampak menikmati makan siang yang santai. Menurut foto-foto yang beredar di media sosial China, Huang terlihat mengenakan jaket kulit hitam khasnya saat menikmati makanan di luar restoran karena kondisi dalam ruangan yang penuh.
Kedatangan Huang di kedai tradisional ini terjadi pada waktu makan siang, dan ia mencoba mi andalan yang harganya sekitar 38 yuan atau sekitar Rp100 ribu. Selain mi, Huang juga mencicipi douzhi’er, minuman kedelai fermentasi klasik khas Beijing yang berasa agak asam.
Hal ini menunjukkan bahwa Huang tidak hanya memiliki minat pada teknologi, tetapi juga memiliki rasa yang tinggi terhadap kuliner tradisional Tiongkok. Pengalaman ini juga dapat menjadi inspirasi bagi pengusaha lain untuk mencoba kuliner lokal di berbagai daerah.
Menariknya, Huang tidak hanya mencoba hidangan lokal, tetapi juga berinteraksi dengan para pengunjung lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan menikmati pengalaman yang ditawarkan.
Secara keseluruhan, pengalaman kuliner tradisional Beijing yang dihadiri oleh Jensen Huang dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat menjadi salah satu aspek yang paling menarik dari perjalanan.
Sebagai CEO Nvidia, Huang telah menjadi contoh yang baik bagi banyak pengusaha lainnya. Ia menunjukkan bahwa kesadaran dan kepekaan terhadap budaya lokal dapat menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam suksesnya sebuah perusahaan.
Di akhirnya, pengalaman kuliner tradisional Beijing yang dihadiri oleh Jensen Huang dapat menjadi salah satu contoh yang baik bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat menjadi salah satu aspek yang paling menarik dari perjalanan dan bahwa kesadaran dan kepekaan terhadap budaya lokal dapat menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam suksesnya sebuah perusahaan.









