bisnis.laksamana.id – 20 Mei 2026 | Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah mengeluarkan peringatan resmi mengenai penyebaran spyware Morpheus yang menargetkan pengguna perangkat Android. Serangan siber ini memanfaatkan fitur aksesibilitas untuk menguras data sensitif serta mengambil alih akun WhatsApp korban. Pihak otoritas siber mendeteksi bahwa modus operandi yang digunakan pelaku kejahatan melibatkan rekayasa sosial.
Berdasarkan laporan IBM yang dilansir dari berbagai sumber, spyware ini bekerja sebagai perangkat lunak berbahaya untuk memata-matai aktivitas target tanpa disadari. Melalui unggahan di media sosial Instagram pada Selasa (19/5/2026), lembaga keamanan siber tersebut memberikan penjelasan mendalam mengenai mekanisme peretasan ini.
BSSN juga mengingatkan bahwa spyware Morpheus dapat diunduh melalui aplikasi palsu di toko aplikasi online atau melalui email phishing. Oleh karena itu, pengguna Android harus lebih berhati-hati dalam mengunduh aplikasi dan tidak pernah membuka email yang tidak dikenal.
BSSN juga menyarankan pengguna untuk memperbarui sistem operasi Android mereka secara teratur dan mengaktifkan fitur perlindungan privasi untuk menghindari serangan siber. Selain itu, pengguna juga dapat menggunakan aplikasi antivirus yang terkemuka untuk melindungi perangkat mereka dari spyware dan malware lainnya.
Dengan demikian, BSSN berharap bahwa pengguna Android dapat lebih waspada dan berhati-hati dalam menghadapi serangan siber yang semakin marak. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menjaga keamanan perangkat dan privasi dengan cara yang tepat.
Setelah ini, kita dapat melihat bahwa spyware Morpheus adalah ancaman serius yang harus diatasi. Oleh karena itu, kita harus selalu berhati-hati dalam menghadapi serangan siber dan tidak pernah membiarkan privasi kita terganggu.
Selain itu, BSSN juga mengingatkan bahwa kita harus selalu memperbarui sistem operasi Android kita secara teratur dan mengaktifkan fitur perlindungan privasi untuk menghindari serangan siber.
Terakhir, BSSN berharap bahwa kita semua dapat lebih waspada dan berhati-hati dalam menghadapi serangan siber yang semakin marak.









