Scroll to read post

Eric Schmidt Menghadapi Sorakan Mahasiswa di University of Arizona

Ngasari Tisa Tisa
Eric Schmidt Menghadapi Sorakan Mahasiswa di University of Arizona
Eric Schmidt Menghadapi Sorakan Mahasiswa di University of Arizona
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Mantan CEO Google, Eric Schmidt, menghadapi sorakan negatif dari sejumlah mahasiswa saat menyampaikan pidato kelulusan di University of Arizona, Amerika Serikat, pada Jumat (16/5/2026) waktu setempat.

Kegaduhan tersebut dipicu oleh pemaparan Schmidt mengenai implikasi kecerdasan buatan (AI) terhadap masa depan masyarakat dan dunia kerja. Schmidt memproyeksikan bahwa kehadiran teknologi kecerdasan buatan bakal memengaruhi hampir seluruh sektor pekerjaan di masa mendatang.

Reaksi negatif dari para mahasiswa di area wisuda langsung direspons dengan cemoohan, yang kemudian langsung direspons dengan tanggapan dari Schmidt di atas panggung.

Kejadiannya ini menunjukkan bahwa tema kecerdasan buatan (AI) masih menjadi perdebatan hangat di kalangan masyarakat. Banyak yang khawatir bahwa kehadiran teknologi AI akan menggantikan pekerjaan manusia, sehingga memicu kekacauan di kalangan mahasiswa.

Eric Schmidt sendiri telah menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam industri teknologi. Sebagai mantan CEO Google, ia telah membantu mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sekarang telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

Namun, kejadiannya ini juga menunjukkan bahwa tema kecerdasan buatan (AI) masih belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Banyak yang masih khawatir tentang dampak yang ditimbulkan oleh teknologi ini, sehingga memerlukan pendidikan dan kesadaran yang lebih baik.

Kejadiannya ini juga menunjukkan bahwa tema kecerdasan buatan (AI) masih menjadi perdebatan hangat di kalangan masyarakat. Banyak yang khawatir bahwa kehadiran teknologi AI akan menggantikan pekerjaan manusia, sehingga memicu kekacauan di kalangan mahasiswa.

Berdasarkan kejadiannya ini, kita dapat menyimpulkan bahwa tema kecerdasan buatan (AI) masih menjadi perdebatan hangat di kalangan masyarakat. Banyak yang khawatir bahwa kehadiran teknologi AI akan menggantikan pekerjaan manusia, sehingga memerlukan pendidikan dan kesadaran yang lebih baik.