bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Sebuah persidangan federal di Oakland, California, telah membongkar ambisi Elon Musk yang ingin menguasai penuh perusahaan kecerdasan buatan OpenAI. CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan bahwa Musk sebenarnya mendukung rencana pengubahan OpenAI menjadi entitas bisnis yang berorientasi pada keuntungan. Musk juga disebut menginginkan kendali jangka panjang, termasuk rencana untuk mewariskan perusahaan tersebut.
“Momen yang sangat mengerikan adalah ketika rekan-rekan pendiri saya bertanya, ‘Jika Anda memiliki kendali, apa yang terjadi ketika Anda meninggal?’” ujar Sam Altman. “Dia mengatakan sesuatu seperti, ‘…mungkin itu harus diwariskan kepada anak-anak saya’.” Ini menunjukkan bahwa Musk memiliki ambisi yang jauh lebih besar untuk OpenAI.
Perlu diingat bahwa gugatan Musk terhadap OpenAI telah berakhir dengan kekalahan. Namun, ini tidak menghentikan ambisi Musk untuk menguasai penuh perusahaan kecerdasan buatan tersebut. Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan para pendiri dan pekerja OpenAI.
OpenAI telah menjadi salah satu perusahaan kecerdasan buatan yang paling berinovasi dan berpengaruh di dunia. Dengan kendali penuh dari Musk, perusahaan ini mungkin akan memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang lebih maju dan lebih berbahaya.
Sam Altman telah menjadi salah satu figur utama di balik kesuksesan OpenAI. Ia telah mengemban tugas untuk memimpin perusahaan ini menuju kesuksesan dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang lebih baik.
Di akhirnya, persidangan federal ini telah membongkar ambisi Elon Musk yang ingin menguasai penuh OpenAI. Hal ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan para pendiri dan pekerja perusahaan tersebut.









