Scroll to read post

China Melonggarkan Pengawasan Bea Cukai, Pasokan Chip AI Global Terancam

Raaqiyah Suginah
China Melonggarkan Pengawasan Bea Cukai, Pasokan Chip AI Global Terancam
China Melonggarkan Pengawasan Bea Cukai, Pasokan Chip AI Global Terancam
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 21 Juni 2026 | Pemerintah China telah memulai langkah serius untuk mengawasi ekspor logam indium ke luar negeri. Langkah ini diambil sejak Jumat, 19 Juni 2026, dan telah menyebabkan kecemasan di pasar global terkait potensi kelangkaan material esensial semikonduktor masa depan.

Logam indium merupakan bahan baku vital dalam pembuatan indium phosphide, material yang sangat dibutuhkan untuk memproduksi chip optik berkecepatan tinggi. Chip ini menjadi komponen utama operasional pusat data Kecerdasan Buatan skala besar.

Meskipun logam indium mentah belum terdaftar dalam kontrol ekspor resmi, produk turunannya berupa indium phosphide telah dibatasi oleh Beijing sejak Februari 2025. Pengetatan di lapangan kini membuat para pembeli internasional dari wilayah Eropa dan Amerika Utara mengeluhkan proses birokrasi bea cukai China yang semakin lambat dan menuntut transparansi identitas pengguna akhir.

Langkah China ini telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pasokan chip AI global dapat terganggu. Chip AI sangat penting dalam berbagai aplikasi, termasuk pengolahan gambar, pengenalan suara, dan bahkan kecerdasan buatan.

Para ahli berpendapat bahwa langkah China ini dapat memicu kompetisi global dalam produksi chip AI. Mereka juga khawatir bahwa langkah ini dapat menyebabkan ketergantungan pada impor logam indium dari negara lain.

Sementara itu, pemerintah China menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri dan menghindari penyebaran teknologi canggih ke luar negeri.

Walaupun demikian, kecemasan pasokan chip AI global masih berlangsung. Para pemasok dan pengguna chip AI harus siap menghadapi tantangan ini dan menemukan cara untuk mengatasi kekurangan logam indium.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah meningkatkan efisiensi produksi chip AI. Dengan demikian, kebutuhan logam indium dapat dikurangi, dan pasokan dapat lebih stabil.

Namun, langkah ini membutuhkan investasi besar dan waktu lama untuk mengimplementasikannya.

Di sisi lain, kebutuhan chip AI terus meningkat, terutama dalam bidang kecerdasan buatan dan pengolahan data. Oleh karena itu, pasokan chip AI harus tetap stabil untuk memenuhi kebutuhan industri.

Dalam kesimpulan, langkah China dalam mengawasi ekspor logam indium telah menimbulkan kecemasan pasokan chip AI global. Namun, para ahli dan industri harus bersiap menghadapi tantangan ini dan menemukan cara untuk mengatasi kekurangan logam indium.