bisnis.laksamana.id – 22 Mei 2026 | BYD, produsen otomotif asal China, telah membangun pabrik perakitan kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, dengan investasi sebesar Rp 11,7 triliun. Fasilitas seluas 100 hektar tersebut kini memasuki tahap finalisasi untuk memastikan standar kualitas produksi global terpenuhi. Pabrik berkapasitas 150.000 unit per tahun ini akan mendukung distribusi domestik serta ekspor kendaraan ke Asia Tenggara.
BYD Motor Indonesia kembali mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di tanah air melalui perkembangan terbaru pabrik mereka di Subang, Jawa Barat. Fasilitas manufaktur ini dipastikan berjalan sesuai jadwal dan kini tengah memasuki tahap akhir sebelum memulai proses perakitan kendaraan secara lokal.
Head of PR & Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan mengungkapkan bahwa saat ini perusahaan sedang fokus pada tahap finalisasi. Langkah ini krusial untuk menjamin kualitas setiap unit yang keluar dari lini perakitan memenuhi standar global perusahaan.
BYD juga optimistis pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, tren penjualan mobil listrik disebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Selain itu, BYD juga tengah mempersiapkan fasilitas produksi lokal di Indonesia. Pabrik BYD yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, saat ini masih dalam tahap pembangunan. Baca juga: SUV Listrik Rp 400 Jutaan: BYD Atto 3, Chery E5, MG4 EV, Aion Y Plus
Generasi terbaru BYD Atto 3 meluncur di pasar domestik Tiongkok, Kamis (21/5/2026). Atto 3 yang juga dipasarkan di Indonesia ini mengalami cukup banyak ubahan. Dikutip dari Carnewschina.com, Kamis (21/5/2026), BYD membanderol mobil ini dengan harga yang cukup kompetitif, mulai dari 119.900 yuan hingga 149.900 yuan, atau setara dengan Rp 265 jutaan sampai Rp 331 jutaan.









