bisnis.laksamana.id – 21 Mei 2026 | Di kawasan ASEAN, pengembangan kota cerdas atau smart city telah menjadi sorotan utama. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menegaskan bahwa transfer pengetahuan adalah faktor utama dalam pengembangan ini. Mereka berfokus pada kolaborasi internasional untuk memperkuat kebijakan dan jejaring regional.
BRIN telah menyoroti beberapa tantangan besar yang harus dihadapi dalam pengembangan smart city di ASEAN. Beberapa di antaranya adalah kesenjangan antara pelatihan dan implementasi kebijakan, jejaring kolaborasi yang belum berkelanjutan, serta keterbatasan data untuk evaluasi jangka panjang.
Mengingat tantangan tersebut, BRIN bekerja sama dengan Seoul National University dari Korea Selatan untuk memperkuat kebijakan dan jejaring regional. Ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi lonjakan populasi perkotaan yang masif di kawasan ASEAN.
BRIN berharap bahwa dengan kolaborasi ini, mereka dapat meningkatkan kemampuan pengembangan smart city di ASEAN dan menghadapi tantangan urbanisasi dengan lebih efektif.
Nilai dari BRIN dalam memperkuat kebijakan dan jejaring regional dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain di kawasan ASEAN. Dengan demikian, mereka dapat bekerja sama untuk mengembangkan kota cerdas yang lebih baik.
Hal ini menunjukkan bahwa BRIN tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga pada implementasi kebijakan yang efektif. Mereka ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan ASEAN dengan pengembangan smart city yang lebih baik.
Hasil dari kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain di kawasan ASEAN. Mereka dapat belajar dari pengalaman BRIN dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan mengembangkan kota cerdas yang lebih baik.
Dengan demikian, BRIN dapat meningkatkan kemampuan pengembangan smart city di ASEAN dan menghadapi tantangan urbanisasi dengan lebih efektif. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan ASEAN.








