bisnis.laksamana.id – 05 Juni 2026 | Bulan Oktober 2025, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menginstruksikan agar pengelolaan sampah harus diselesaikan di tingkat kecamatan masing-masing. Alih-alih bingung mencari lahan, mata Ismuninggar tertuju pada bangunan SD yang kosong belasan tahun tersebut. "Daripada nganggur, saya bilang ke Pak Camat untuk dijadikan bank sampah induk. Wis, pokoknya mendirikan ini pertama modalnya bonek," ujar Ismuninggar saat ditemui di lokasi, Kamis (4/6). Inisiatifnya berbuah manis. Pada 1 Oktober 2025, Bank Sampah "Puspa Mandiri" diresmikan. Bersama para warga, Ismuninggar mengecat ulang dinding-dinding kusam dengan mural yang segar dan penuh warna.
Puspa Mandiri bergerak cepat. Setiap satu atau dua minggu sekali, armada gratis milik mereka berkeliling ke lima kelurahan di Kecamatan Bubutan, yakni Kelurahan Alun-Alun Contong, Gundih, Jepara, Bubutan, dan Tembok Dukuh. Petugas menjemput sampah-sampah warga yang dikumpulkan secara mandiri. Mulai dari kardus, botol plastik, plastik sachet, hingga minyak jelantah dan panci bekas.
Masing-masing warga memiliki tanggung jawab atas kelestarian lingkungan mereka sendiri. Saat ini, Bank Sampah "Puspa Mandiri" telah menjadi model yang patut diteladani. Mereka tidak hanya mengelola sampah warga, tetapi juga memiliki kolam terapi ikan dan budidaya cacing. Kolam terapi ikan ini terbuka untuk umum dan dapat dinikmati oleh semua orang.
Dampak Positif Bank Sampah di Surabaya
- Meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya mengelola sampah
- Mengurangi jumlah sampah di lingkungan
- Menghasilkan pendapatan dari penjualan sampah
Bank Sampah "Puspa Mandiri" merupakan contoh yang bagus bagi kita semua. Dengan kerja sama dan kesadaran akan pentingnya mengelola sampah, kita dapat membuat lingkungan yang lebih bersih dan sehat.









