bisnis.laksamana.id – 21 Mei 2026 | Kebiasaan doomscrolling sebelum tidur telah menjadi norma bagi banyak orang. Mereka akan terus menggulir layar ponsel mereka, terutama ketika tidur semakin dekat. Namun, apakah kebiasaan ini aman bagi kesehatan mental dan kualitas tidur?
Ilustrasi scrollins sosial media menunjukkan betapa mudahnya orang dapat terjebak dalam kebiasaan ini. Mereka akan terus menggulir layar ponsel mereka, terutama ketika terdapat konten yang menarik atau berita yang memicu emosi. Kebiasaan ini dapat membuat seseorang sulit berhenti, bahkan ketika pikiran sudah mulai lelah.
Salah satu dampak langsung kebiasaan doomscrolling adalah gangguan terhadap waktu tidur. Ketika seseorang terus terpapar layar hingga larut malam, waktu tidur menjadi mundur tanpa disadari. Padahal, tubuh memiliki ritme alami yang membantu mengatur kapan waktunya beristirahat. Kebiasaan menunda tidur karena terus scrolling dapat mengganggu ritme tersebut.
Paparan layar sebelum tidur juga dapat membuat otak tetap aktif. Konten yang dikonsumsi—baik berita, video, komentar, atau informasi lain—membuat pikiran terus memproses stimulus baru. Akibatnya, tubuh mungkin sudah lelah, tetapi pikiran belum benar-benar siap untuk beristirahat.
Dari sisi kesehatan mental, kebiasaan doomscrolling juga dapat memengaruhi kondisi emosional. Paparan informasi yang berlebihan, terutama yang bernuansa negatif atau membuat gelisah, dapat membuat seseorang merasa lebih tegang, cemas, atau lelah secara mental.
Untuk mengurangi dampaknya, salah satu langkah sederhana adalah membatasi penggunaan layar menjelang tidur. Memberi jeda antara waktu terakhir menggunakan ponsel dan waktu tidur dapat membantu tubuh mulai memasuki fase istirahat.
Mengganti kebiasaan scrolling dengan aktivitas yang lebih menenangkan, seperti membaca ringan, mendengarkan audio yang menenangkan, atau sekadar memberi waktu bagi pikiran untuk tenang, juga dapat membantu.
Pada akhirnya, teknologi memang memberikan akses informasi tanpa batas, tetapi tubuh dan pikiran tetap memiliki batas kebutuhan untuk beristirahat. Doomscrolling mungkin terasa seperti kebiasaan kecil yang tidak berbahaya, tetapi jika dilakukan terus-menerus, dapat memengaruhi kualitas tidur dan keseimbangan mental secara perlahan.
Artikel ini akan membahas tentang bahaya kebiasaan doomscrolling dan bagaimana menguranginya. Kami juga akan membahas tentang pentingnya membatasi penggunaan layar menjelang tidur dan mengganti kebiasaan scrolling dengan aktivitas yang lebih menenangkan.









