bisnis.laksamana.id – 21 Mei 2026 | Kepala Koordinator Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, membenarkan adanya kekerasan terhadap relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan oleh Israel. Kekerasan tersebut terlihat dari video yang dibagikan oleh Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang yang ditangkap oleh pasukan Israel, salah satunya seorang wanita yang berteriak "free Palestine".
Pasukan Israel langsung menarik kepalanya dan memaksanya untuk bersujud. Terlihat Ben-Gvir berkeliling melihat para relawan yang ditangkap. Maimon yang berada di Turki membenarkan video itu merupakan relawan yang ditangkap beberapa waktu lalu dalam misi kemanusiaan ke Gaza.
Di antara para relawan yang ditangkap terdapat 9 orang WNI. Maimon belum bisa memastikan kondisi mereka. Ia menambahkan bahwa Global Sumud Flotilla saat ini tengah melakukan berbagai upaya untuk bisa secepatnya membebaskan para relawan.
Kekerasan Israel terhadap relawan Sumud Flotilla ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional. Maimon mengatakan bahwa kekerasan ini adalah contoh dari brutalitas Israel yang jauh lebih parah daripada penjahat kemanusiaan lainnya.
Hasil investigasi lebih lanjut tentang kekerasan ini masih belum ada. Namun, kasus ini telah menimbulkan perhatian dari berbagai pihak dan menunjukkan bahwa perlu ada upaya yang lebih besar untuk melindungi hak-hak relawan kemanusiaan.
Global Sumud Flotilla telah melakukan berbagai upaya untuk membebaskan para relawan yang ditangkap. Mereka berharap bahwa kasus ini dapat menimbulkan perhatian dan perubahan dari pemerintah Israel.
Kekerasan Israel terhadap relawan Sumud Flotilla ini menunjukkan bahwa perlu ada upaya yang lebih besar untuk melindungi hak-hak relawan kemanusiaan. Kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional dan menunjukkan bahwa perlu ada perubahan dari pemerintah Israel.








