Scroll to read post

Harga Emas Global Melemah: Apa Penyebabnya?

akbar Laksamana
Harga Emas Global Melemah: Apa Penyebabnya?
Harga Emas Global Melemah: Apa Penyebabnya?
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 24 Mei 2026 | Harga emas global melemah pada perdagangan Sabtu (23/5) setelah pelaku pasar meningkatkan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Pelaku pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang. Kondisi suku bunga tinggi biasanya memberi tekanan pada harga emas karena instrumen tersebut tidak menawarkan imbal hasil bunga.

Waller mengatakan posisinya saat ini adalah bersabar dalam mempertahankan suku bunga sampai dampak perang lebih jelas, tetapi memperingatkan pada hari Jumat bahwa ia tidak akan mengesampingkan kenaikan suku bunga di masa depan jika inflasi tidak mulai melambat dalam waktu dekat.

Ketegangan di Selat Hormuz turut memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Sentimen konsumen AS pada Mei juga tercatat turun ke titik terendah sepanjang sejarah, sementara ekspektasi inflasi jangka panjang meningkat akibat konflik Timur Tengah.

Survei Universitas Michigan yang dirilis Jumat menunjukkan indeks sentimen konsumen turun menjadi 44,8 pada Mei dari 49,8 pada April. Konsumen juga memperkirakan inflasi tahunan lima hingga sepuluh tahun ke depan mencapai 3,9 persen, naik dari 3,5 persen pada bulan sebelumnya dan menjadi level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Harga emas global sendiri masih bergerak dalam rentang terbatas sejak anjlok di awal pecahnya perang di Iran. Investor saat ini masih menimbang dampak suku bunga tinggi dengan risiko kombinasi inflasi tinggi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, harga emas tercatat telah turun sekitar 15 persen. Presiden Donald Trump menegaskan dirinya ingin Kevin Warsh memimpin The Fed secara independen demi meredakan kekhawatiran investor terkait potensi intervensi politik terhadap kebijakan moneter.

Warsh, yang sebelumnya menjanjikan reformasi besar di bank sentral AS, resmi dilantik sebagai ketua The Fed ke-17 dalam upacara di Gedung Putih pada Jumat lalu.