bisnis.laksamana.id – 23 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meningkatkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di berbagai wilayah Indonesia.
Instruksi ini diberikan dengan tujuan untuk mengantisipasi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi bersamaan dengan musim kemarau tahun ini.
"Bapak Presiden itu memberikan instruksi, memberikan direktif kepada BMKG agar memperkuat operasi modifikasi cuaca di Indonesia agar kita dapat mengantisipasi kemarau yang bersamaan dengan El Nino ini dengan sebaik-baiknya," ujar Teuku usai menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) IKASTARA di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Sabtu (23/5).
Operasi modifikasi cuaca nantinya akan dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia untuk menjaga ketersediaan air di waduk, embung, hingga daerah tangkapan air.
"Jadi OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) ini akan bertahap di seluruh Indonesia," kata dia.
Teuku menjelaskan, pemerintah perlu mengantisipasi dampak El Nino karena fenomena tersebut berpotensi membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
"Dan itu yang perlu kita waspadai ketika di bulan Juni, Juli, Agustus, nanti puncak musim kemarau Agustus, September, itu dapat membuat kemarau di Indonesia akan lebih panjang dan juga lebih kering dari yang terjadi dalam rata-rata 30 tahun terakhir," ungkapnya.
Teuku mengatakan, operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk memastikan cadangan air nasional tetap terjaga, terutama demi mendukung target swasembada pangan pemerintah.
"Nah kemudian nanti ketika musim kemarau terjadi tentunya kita harus siap apabila ingin swasembada pangan maka kita punya 220 bendungan di Indonesia kurang lebih, itu apakah sanggup untuk dapat mengairi irigasi, untuk air minum, untuk pembangkit listrik," tandasnya.
Keputusan ini diambil guna mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat terjadi di Indonesia akibat El Nino. El Nino adalah fenomena cuaca yang dapat mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering.
BMKG telah melakukan penelitian dan analisis untuk memprediksi potensi dampak El Nino di Indonesia. Mereka telah menemukan bahwa El Nino dapat mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering.
Untuk mengantisipasi potensi kekeringan, pemerintah telah menyiapkan berbagai upaya, termasuk meningkatkan operasi modifikasi cuaca. Operasi modifikasi cuaca ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air di waduk, embung, hingga daerah tangkapan air.
Keputusan ini diambil guna mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat terjadi di Indonesia akibat El Nino. El Nino adalah fenomena cuaca yang dapat mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering.








