bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkap dugaan kerugian proyek hilirisasi bibit tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Proyek-proyek tersebut berpotensi merugikan keuangan negara hingga Rp 3,3 miliar.
'Saat ini ditemukan data yang berbeda dengan realisasi lapangan. Jumlah surat perintahnya berbeda dengan realisasi lapangan. Nilainya kurang lebih [kerugian] Rp 3,3 miliar,' kata Amran kepada media di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (19/5).
Amran mengatakan sudah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri untuk melakukan penindakan. Ia meminta dugaan pelanggaran ini segera diperiksa.
Terkait ketidaksesuaian realisasi, hal tersebut berkaitan dengan beberapa bibit tanaman hilirisasi termasuk kelapa sampai kopi.
Amran juga mengatakan ada oknum ASN Kementan yang menjanjikan proyek kepada swasta namun proyeknya tidak pernah terjadi. Untuk itu, Amran langsung memecat oknum ASN tersebut.
Amran mengatakan, 'Kami minta kepada kepolisian mengusut tuntas. Sampai ke akar-akarnya kalau ada yang terlibat di pertanian,'.
Amran juga mengatakan, 'Menjanjikan proyek. Bahwa dia punya jaringan khusus ke Kementerian Pertanian. Yang saya pecat tadi. Itu DPO sekarang. Kami sudah pecat. Dia DPO,'.
Jelasnya, Amran akan terus mengawasi dan mengambil tindakan yang perlu untuk memastikan bahwa proyek-proyek hilirisasi pertanian berjalan dengan lancar dan tidak merugikan keuangan negara.








