Scroll to read post

Purbaya: Kondisi Ekonomi Indonesia Berbeda Jauh dari Krisis 1998 Meski Rupiah Melemah

Purbaya: Kondisi Ekonomi Indonesia Berbeda Jauh dari Krisis 1998 Meski Rupiah Melemah
Purbaya: Kondisi Ekonomi Indonesia Berbeda Jauh dari Krisis 1998 Meski Rupiah Melemah
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Purbaya Yudhi Sadewa, seorang ekonom terkemuka dan Ketua Dewan Komisioner OJK, menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan masa krisis moneter pada tahun 1998. Meskipun nilai tukar rupiah mengalami pelemahan, Purbaya percaya bahwa fondasi ekonomi nasional tetap kuat.

Purbaya menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang membedakan situasi sekarang dengan krisis yang terjadi lebih dari dua dekade lalu. Pertama, saat ini Indonesia memiliki cadangan devisa yang lebih besar, yang memberikan ketahanan terhadap guncangan eksternal. Data terbaru menunjukkan bahwa cadangan devisa Indonesia mencapai USD 138,1 miliar pada akhir September 2023, lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi pada 1998.

Selain itu, ia juga menyoroti bahwa sektor perbankan saat ini lebih sehat dan teratur. Regulasi yang lebih ketat dan pengawasan yang lebih baik dari otoritas keuangan telah memperkuat sistem perbankan, sehingga lebih mampu menghadapi volatilitas pasar. Hal ini terlihat dari rasio kecukupan modal (CAR) bank yang berada di kisaran 24%, jauh di atas ambang batas minimal yang ditetapkan oleh OJK.

“Kami memiliki sistem keuangan yang lebih baik dan stabil, meskipun ada tantangan dari luar, seperti inflasi global dan ketidakpastian ekonomi,” ujar Purbaya. Ia juga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif, meskipun ada penurunan sementara akibat faktor eksternal.

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah yang ada. Misalnya, pemerintah sedang berfokus pada pengembangan infrastruktur dan investasi dalam sektor-sektor produktif, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Di samping itu, meskipun rupiah mengalami fluktuasi, Purbaya optimis bahwa mata uang nasional akan stabil dalam jangka waktu yang lebih lama. “Kami percaya bahwa dengan kebijakan yang tepat dan dukungan dari semua pihak, kami dapat menjaga stabilitas nilai tukar,” jelasnya.

Purbaya juga membahas tentang pentingnya komunikasi yang transparan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyatakan bahwa masyarakat harus diberi pemahaman yang jelas mengenai kondisi ekonomi saat ini dan langkah-langkah yang diambil untuk menghadapinya. “Keterbukaan informasi adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Purbaya menekankan bahwa meskipun tantangan masih ada, Indonesia telah belajar banyak dari krisis masa lalu dan telah mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi situasi sulit. “Kita harus optimis dan tetap berkomitmen untuk membangun ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tutupnya.