Scroll to read post

Gubernur Bank Indonesia Optimis Rupiah Menguat di Tengah Kritik DPR

Gubernur Bank Indonesia Optimis Rupiah Menguat di Tengah Kritik DPR
Gubernur Bank Indonesia Optimis Rupiah Menguat di Tengah Kritik DPR
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan tanggapan tegas terkait kritik yang dilontarkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai kondisi nilai tukar rupiah. Dalam rapat kerja yang diadakan dengan Komisi XI DPR, Perry menyatakan keyakinannya bahwa rupiah akan menunjukkan penguatan pada bulan Juli dan Agustus mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Perry menjelaskan bahwa penguatan nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter yang diambil oleh BI, serta kondisi ekonomi global. Ia menekankan pentingnya stabilitas nilai tukar untuk mendukung perekonomian nasional, terutama di tengah tantangan inflasi dan ketidakpastian pasar global.

“Kami optimis bahwa rupiah akan menguat, terutama dengan adanya langkah-langkah strategis yang telah kami lakukan dalam pengelolaan cadangan devisa. Saat ini, cadangan devisa kami mencapai US$ 10 miliar yang telah digunakan untuk stabilisasi nilai tukar,” ungkap Perry.

Tanggapan Perry ini muncul setelah beberapa anggota DPR mengungkapkan keprihatinan mereka terkait fluktuasi nilai tukar rupiah yang dianggap berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi. Mereka meminta agar BI lebih proaktif dalam menjaga nilai tukar agar tidak terlalu tertekan oleh faktor eksternal.

Perry juga menjelaskan bahwa kinerja BI tidak hanya diukur dari nilai tukar, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat. Dalam hal ini, ia menggarisbawahi bahwa keputusan-keputusan yang diambil oleh BI harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya dalam sektor produktif.

Dalam rapat tersebut, beberapa anggota DPR meminta agar pemerintah dan BI menciptakan insentif yang lebih besar untuk sektor-sektor produktif, bukan hanya fokus pada stabilitas perbankan. “Kita perlu melihat hasil dari kebijakan ini, bagaimana dampaknya dirasakan oleh masyarakat dan sektor produktif, bukan hanya di dunia perbankan saja,” tegas salah satu anggota DPR.

Menanggapi hal tersebut, Perry menegaskan bahwa BI sedang merancang berbagai program untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat luas. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa inisiatif yang akan diluncurkan untuk mendukung sektor riil dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Perry juga mengakui bahwa tantangan global seperti lonjakan harga energi dan pangan, serta ketidakpastian geopolitik, menjadi faktor yang harus dihadapi. Namun, ia tetap optimis dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh BI untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Di akhir pertemuan, Perry berharap kerjasama yang baik antara BI dan DPR dapat terus terjalin untuk mencapai tujuan bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.