Scroll to read post

Tragedi di Bogor: Dua Pemuda Dipatuk Ular Weling, Satu Tewas dan Satu Kritis

Ngasari Tisa Tisa
Tragedi di Bogor: Dua Pemuda Dipatuk Ular Weling, Satu Tewas dan Satu Kritis
Tragedi di Bogor: Dua Pemuda Dipatuk Ular Weling, Satu Tewas dan Satu Kritis
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 14 Mei 2026 | Tragedi mengerikan terjadi di Kampung Muara, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, ketika dua pemuda menjadi korban gigitan Ular Weling (Bungarus Candidus). Peristiwa ini berlangsung pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban pertama, seorang pemuda berinisial UZS berusia 18 tahun, tewas setelah dipatuk oleh ular berbisa tersebut di telapak tangan kirinya. Menurut Lurah Pasir Jaya, Rizki Dwi Nugraha, insiden ini terjadi ketika UZS bersama tiga rekannya sedang menghabiskan waktu di kebun setempat.

Ketika UZS dipatuk, rekannya yang berinisial H, berusia 21 tahun, secara refleks menangkap ular tersebut, tidak menyadari bahwa itu ular berbisa. Ular berwarna hitam-putih ini kemudian dimainkan oleh UZS dan H. Malangnya, H juga menjadi korban gigitan di telapak tangan kiri.

“Setelah digigit, mereka langsung menangkap ular itu. Kemudian mereka memainkan dan merekamnya, karena mereka tidak tahu itu ular berbisa,” ungkap Rizki dalam keterangannya pada Rabu (13/5).

Usai kejadian, kedua pemuda tersebut tidak langsung merasakan dampak fatal dari gigitan ular. Mereka bahkan sempat menginap di rumah salah satu teman mereka. Namun, keesokan harinya, pada Rabu pagi, UZS mulai merasakan sesak napas dan kesulitan membuka mata. Kondisinya yang memburuk memaksa rekan-rekannya untuk membawanya ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, UZS dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sementara itu, H juga mengalami gejala serupa dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ummi. Saat ini, ia masih dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif di ICU.

Jenazah UZS telah dimakamkan oleh keluarganya di wilayah Ciapus pada Rabu siang, sekitar pukul 13.00 WIB setelah salat Zuhur. Kejadian ini menjadi peringatan keras mengenai bahaya berinteraksi dengan satwa liar tanpa pengetahuan yang memadai.

Insiden tragis ini menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya edukasi dan kewaspadaan terhadap hewan berbisa di sekitar kita. Diharapkan, kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.