bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Penyanyi pop internasional Dua Lipa telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan teknologi raksasa, Samsung, dengan tuntutan mencapai Rp260 miliar. Kasus ini muncul setelah foto Dua Lipa digunakan tanpa izin pada kemasan produk televisi Samsung.
Dalam tuntutannya, Dua Lipa mengklaim bahwa gambar dirinya yang diambil dari akun media sosialnya muncul di boks TV Samsung tanpa persetujuannya. Hal ini menciptakan masalah serius mengenai hak cipta dan penggunaan gambar publik figur tanpa izin.
Samsung, di sisi lain, membantah tuduhan tersebut. Perwakilan perusahaan menyatakan bahwa gambar yang digunakan diperoleh melalui salah satu mitra konten mereka. Mereka berpendapat bahwa penggunaan gambar tersebut seharusnya tidak melanggar hak cipta karena telah melalui proses perolehan yang sah.
Kasus ini menarik perhatian tidak hanya penggemar Dua Lipa, tetapi juga kalangan hukum yang memperhatikan implikasi lebih luas dari penggunaan citra publik figur dalam iklan dan pemasaran. Dalam dunia digital saat ini, di mana media sosial berperan besar, isu hak cipta sering kali menjadi kompleks. Hal ini menyangkut bagaimana perusahaan-perusahaan besar menggunakan gambar dan nama-nama terkenal untuk keuntungan komersial mereka.
Mengacu pada hukum yang ada, penggunaan gambar publik figur sering kali memerlukan izin eksplisit, terutama ketika gambar tersebut digunakan untuk tujuan komersial. Dua Lipa menegaskan bahwa ia tidak memberikan izin untuk penggunaan gambarnya dalam konteks ini, yang menambah bobot tuduhannya terhadap Samsung.
Gugatan ini juga menyoroti pentingnya kesadaran akan hak cipta di era digital. Banyak artis dan selebriti menghadapi tantangan serupa di mana karya mereka digunakan tanpa izin, yang tidak hanya merugikan mereka secara finansial, tetapi juga merusak reputasi mereka.
Dalam konteks industri hiburan, kasus ini dapat memicu diskusi lebih lanjut tentang bagaimana merek-merek besar berkolaborasi dengan artis dan bagaimana mereka seharusnya menghormati hak cipta tersebut. Para ahli hukum memperkirakan bahwa hasil dari gugatan ini dapat memengaruhi cara perusahaan-perusahaan teknologi dan pemasaran beroperasi di masa depan.
Seiring dengan perkembangan kasus ini, banyak yang berharap agar ada kejelasan mengenai penggunaan citra publik figur dan hak-hak yang menyertainya. Di sisi lain, Samsung mungkin perlu mempertimbangkan untuk memperbaiki prosedur mereka terkait penggunaan gambar dan konten dari mitra mereka untuk menghindari masalah hukum di masa mendatang.
Melihat dampak yang mungkin ditimbulkan, baik Dua Lipa maupun Samsung akan memantau perkembangan kasus ini dengan seksama, karena hasilnya tidak hanya akan berdampak pada mereka, tetapi juga pada industri yang lebih luas.









