Scroll to read post

Bobby Nasution Janjikan Perbaikan Infrastruktur Jalan di Tapsel Pasca Insiden Ibu Hamil Ditandu 6 Jam

akbar Laksamana
Bobby Nasution Janjikan Perbaikan Infrastruktur Jalan di Tapsel Pasca Insiden Ibu Hamil Ditandu 6 Jam
Bobby Nasution Janjikan Perbaikan Infrastruktur Jalan di Tapsel Pasca Insiden Ibu Hamil Ditandu 6 Jam
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menanggapi secara serius insiden yang menimpa seorang ibu hamil, Tuti Daulay, yang terpaksa ditandu selama enam jam untuk mencapai rumah sakit di Tapanuli Selatan. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026, di mana Tuti yang tinggal di Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, harus diangkut oleh warga menggunakan bambu menuju fasilitas kesehatan terdekat setelah bayi dalam kandungannya dinyatakan meninggal dunia.

“Kami dari pemerintah provinsi menyampaikan belasungkawa atas kondisi ini. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” ungkap Bobby saat diwawancarai di kantornya pada Selasa, 12 Mei 2026.

Bobby menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat program pengembangan fasilitas kesehatan, termasuk menyediakan puskesmas rawat inap khusus untuk ibu hamil di daerah tersebut. Ia menyebutkan, anggaran untuk program tersebut telah tersedia dan akan dimulai lebih awal dari rencana semula, yaitu pada tahun 2027, berkat bantuan dari Transfer ke Daerah (TKD) yang diberikan oleh Presiden.

“Kami akan memastikan puskesmas-puskesmas ini dapat berfungsi sebagai tempat rawat inap bagi ibu hamil,” tambah Bobby.

Di samping itu, Gubernur Bobby juga menyatakan bahwa pihaknya akan segera meninjau kondisi infrastruktur jalan di kawasan Tapanuli Selatan, terutama di Kecamatan Arse. Ia menyadari bahwa masalah utama bukan hanya terletak pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada buruknya infrastruktur jalan yang menghambat akses warga ke layanan kesehatan.

“Kami akan cek kondisi jalannya, apakah rusak akibat bencana atau memang sudah lama tidak terawat. Kami akan pastikan perbaikan jalan dapat dilakukan secepatnya dan mendistribusikan dana untuk infrastruktur di daerah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, menambahkan bahwa dalam waktu dekat, tenaga kesehatan, termasuk bidan, akan ditempatkan di daerah-daerah terpencil di Kabupaten Tapanuli Selatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sulit dijangkau.

“Kami telah sepakat untuk menempatkan tenaga kesehatan di wilayah-wilayah terpencil tersebut,” kata Hamid. Program ini juga akan disertai dengan pelaksanaan Jaminan Persalinan, di mana ibu hamil yang kesulitan mengakses layanan kesehatan dapat menginap sementara di rumah tunggu persalinan yang dilengkapi dengan fasilitas dasar untuk pertolongan darurat.

“Rumah tunggu ini akan siap dalam waktu dekat dan kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mewujudkannya,” lanjutnya.

Insiden Tuti Daulay menjadi sorotan publik setelah berita mengenai ibu hamil yang ditandu oleh 20 warga untuk mencapai rumah sakit viral di media sosial. Mantarai (dokter kampung) setempat, Samsul Bahri Sihombing, menjelaskan bahwa akses jalan menuju tempat tinggal Tuti sangat sulit, dengan kondisi jalan yang belum teraspal dan hanya bisa dilalui dengan cara bergotong-royong.

“Roda dua pun jarang yang bisa lewat. Jika ada, itu pun sangat memaksakan. Jangankan untuk pengaspalan, alat berat saja belum pernah masuk ke sana,” keluh Samsul.

Setelah berhasil tiba di rumah sakit, Tuti menjalani operasi pada hari Minggu, 10 Mei 2026. Meskipun ia berhasil diselamatkan, sayangnya bayinya tidak dapat diselamatkan.

Insiden ini menjadi panggilan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan infrastruktur dan layanan kesehatan di daerah terpencil, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.