bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Belakangan ini, hantavirus kembali menjadi topik pembicaraan di berbagai belahan dunia. Virus ini menjadi sorotan setelah terjadinya kasus penularan Andes virus di kapal pesiar MV Hondius pada awal Mei, yang mengakibatkan tiga korban meninggal dunia, termasuk pasangan asal Belanda dan satu warga Jerman. Andes virus adalah salah satu jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak erat.
Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Penularannya umumnya terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus, baik secara langsung maupun melalui makanan dan permukaan yang terkontaminasi. Meskipun sudah lama dikenal, virus ini memiliki lebih dari 40 jenis, dengan sekitar 22 jenis yang diketahui dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Gejala yang ditimbulkan dapat bervariasi, mulai dari demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan paru dan ginjal.
Meski hantavirus menjadi perbincangan banyak pihak, para ahli menegaskan bahwa virus ini tidak memiliki potensi yang sama dengan COVID-19 untuk menjadi pandemi. Ahli infeksi dan penyakit tropis anak, Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, Sp.A(K), menyatakan bahwa hantavirus relatif jarang bermutasi dibandingkan dengan SARS-CoV-2, influenza, atau HIV, sehingga virus ini cenderung lebih stabil.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan fokus pada pencegahan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah-langkah tersebut meliputi rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan dan sanitasi, serta memastikan lingkungan bebas dari tikus.
Di Indonesia, hantavirus pernah ditemukan dengan 23 kasus sejak tahun 2015 yang tersebar di sembilan provinsi, termasuk DKI Jakarta dan Jawa Barat. Meskipun demikian, kasus hantavirus pada anak relatif rendah, sekitar 3-10 persen, namun risiko tetap ada terutama bagi anak dengan daya tahan tubuh yang lemah atau memiliki penyakit penyerta.
Orang tua dianjurkan untuk menjaga kebersihan rumah dan mencegah tikus berkeliaran sebagai langkah pencegahan efektif. Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan tersebut, diharapkan kekhawatiran masyarakat terhadap hantavirus dapat diminimalisir.








