bisnis.laksamana.id – 06 Juli 2026 | Pandangan mengenai masa depan akhir dunia kini mulai bergeser setelah para astronom menemukan bukti baru terkait nasib planet kita. Selama puluhan tahun, para ilmuwan meyakini Bumi pada akhirnya akan ditelan Matahari ketika bintang induk Tata Surya itu mengembang menjadi raksasa merah sekitar lima miliar tahun lagi. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa nasib akhir dari planet yang kita huni ini mungkin tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics menyebutkan Bumi memiliki peluang besar untuk lolos dari proses mengerikan tersebut. Penelitian ini dipimpin oleh Mats Esseldeurs, seorang astronom terkemuka dari Institute of Astronomy, KU Leuven di Belgia, yang bekerja sama dengan Stéphane Mathis dan Leen Decin.
Mengapa Bumi mungkin lolos dari kematian Matahari? Menurut penelitian ini, nasib akhir planet ini sangat bergantung pada bagaimana mekanisme Matahari kehilangan massanya pada tahap akhir kehidupannya. Jika Matahari kehilangan massa dengan cepat, maka Bumi mungkin bisa lolos dari proses mengerikan tersebut.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Bumi mungkin bisa lolos dari kematian Matahari jika planet ini berada pada jarak yang tepat dari Matahari. Jika Bumi terlalu dekat dengan Matahari, maka planet ini akan menjadi terlalu panas dan tidak bisa menopang kehidupan. Jika Bumi terlalu jauh dari Matahari, maka planet ini akan menjadi terlalu dingin dan tidak bisa menopang kehidupan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bumi mungkin memiliki peluang besar untuk lolos dari kematian Matahari. Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa Bumi masih memiliki beberapa risiko yang harus diatasi. Oleh karena itu, para ilmuwan masih melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami nasib akhir Bumi.
Kesimpulannya, Bumi mungkin lolos dari kematian Matahari, tapi masih ada beberapa risiko yang harus diatasi. Para ilmuwan masih melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami nasib akhir Bumi.








