bisnis.laksamana.id – 05 Juli 2026 | Rumah pengacara Sulardi (68) di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, dilempar bom Molotov pada Selasa (1/7). Kejadian ini diduga terkait dengan kasus sengketa tanah klien yang sedang ditanggani. Sulardi menyatakan bahwa pelemparan molotov bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan sebelumnya istrinya telah menerima teror melalui pesan singkat di WhatsApp (WA).
Menurut Sulardi, teror yang diterima oleh istrinya berbentuk pesan singkat yang mengandung kalimat kasar. Sulardi tidak pernah menerima pesan serupa tersebut. Kejadian ini tengah dalam penyidikan polisi, dengan motif pelaku yang sedang didalami. Polres Metro Jakarta Timur telah memeriksa sejumlah saksi dan merekam CCTV rumah pengacara Sulardi.
Sulardi mengungkap bahwa pelemparan molotov itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini hari Selasa (1/7). Dua orang berboncengan sepeda motor menghampiri rumah Sulardi dan melemparkan botol yang diduga berisi bahan mudah terbakar ke arah pagar rumah. Api membakar gerbang rumah Sulardi. Sulardi menyatakan bahwa kejadian ini tidak hanya menyasar rumahnya, melainkan juga istrinya yang menerima teror via WA.
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan kestabilan di kawasan tersebut. Pelaku yang melakukan pelemparan molotov dan teror via WA masih belum ditemukan, namun polisi sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan motif dan pelaku kejadian ini.









