Scroll to read post

Rupiah Siap Melangkah ke Level Rp 17.682 per Dolar AS

Rupiah Siap Melangkah ke Level Rp 17.682 per Dolar AS
Rupiah Siap Melangkah ke Level Rp 17.682 per Dolar AS
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 14 Juni 2026 | Rupiah Indonesia masih berpeluang menguat hingga ke level Rp 17.682 per dolar AS pada pekan depan. Tren ini didorong oleh aliran dana asing yang masih deras mengalir ke pasar keuangan domestik serta masuknya devisa hasil ekspor ke dalam negeri. Menurut Chief Economist PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Myrdal Gunarto, tren penguatan rupiah masih terbuka, meskipun pergerakannya diperkirakan tetap fluktuatif di tengah berbagai sentimen global yang membayangi pasar.

Myrdal menambahkan bahwa penguatan rupiah pada pekan lalu didorong oleh masuknya dana investor asing ke sejumlah instrumen keuangan domestik, seperti pasar saham, Surat Utang Negara (SUN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Selain itu, realisasi devisa hasil ekspor yang masuk ke dalam negeri juga ikut menopang pergerakan mata uang garuda.

Meski demikian, Myrdal menilai pergerakan rupiah pada pekan depan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan global, terutama terkait perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta hasil rapat Federal Reserve (The Fed). Apabila kesepakatan damai antara AS dan Iran terealisasi dan akses pelayaran melalui Selat Hormuz kembali dibuka, maka arus modal asing berpotensi semakin deras mengalir ke pasar keuangan Indonesia.

Sementara itu, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai indeks dolar AS melemah pada Jumat (12/6) di tengah perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya optimisme terhadap tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Namun, data ekonomi AS menunjukkan tekanan inflasi masih relatif tinggi, sehingga mendorong pasar kembali memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun.

Di dalam negeri, pelaku pasar juga akan mencermati hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait BI-Rate. Menurut Myrdal, stabilitas rupiah yang saat ini cukup terjaga memberikan ruang bagi BI untuk mempertahankan suku bunga acuannya.

Hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait BI-Rate akan menjadi perhatian yang sangat penting bagi pelaku pasar pada pekan depan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pelaku pasar perlu memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah, terutama perundingan damai antara AS dan Iran.
  • Mereka juga perlu memperhatikan hasil rapat Federal Reserve (The Fed) terkait arah suku bunga acuan.
  • Pelaku pasar perlu memantau stabilitas rupiah dan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.
  • Mereka juga perlu memperhatikan data ekonomi AS dan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun.

Secara keseluruhan, pekan depan akan menjadi sangat menentukan bagi pergerakan rupiah Indonesia. Pelaku pasar perlu memantau perkembangan geopolitik, hasil rapat Federal Reserve, dan data ekonomi AS untuk membuat keputusan yang tepat.

Kesimpulan:

Rupiah Indonesia masih berpeluang menguat hingga ke level Rp 17.682 per dolar AS pada pekan depan. Namun, pergerakannya diperkirakan tetap fluktuatif di tengah berbagai sentimen global yang membayangi pasar. Pelaku pasar perlu memantau perkembangan geopolitik, hasil rapat Federal Reserve, dan data ekonomi AS untuk membuat keputusan yang tepat.