bisnis.laksamana.id – 14 Juni 2026 | Pakistan menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati kerangka awal perjanjian damai setelah lebih dari tiga bulan perang. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengatakan bahwa negaranya yang menjadi mediator dalam konflik tersebut, sedang mempersiapkan penandatanganan secara elektronik yang akan dilanjutkan dengan pembicaraan tingkat teknis pekan depan.
AS dan Iran pada Jumat sebelumnya juga memberi sinyal bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang sudah semakin dekat. Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan bahwa kedua pihak telah menyetujui teks perjanjian dan Washington memperkirakan penandatanganan awal akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.
Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran. Negosiasi terkait program nuklir Iran akan dilakukan setelah tahap tersebut.
Program nuklir Iran akan dibahas dalam periode negosiasi selama 60 hari. Pejabat AS tersebut mengatakan kesepakatan pada akhirnya akan mengarah pada pembongkaran program nuklir Iran, termasuk penghancuran dan pemindahan cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi.
Iran, yang menurut sejumlah sumber belum menyetujui pembongkaran program nuklirnya, ingin tetap mempertahankan uranium dalam bentuk yang telah diencerkan. Usulan tersebut juga mencakup pembahasan kemungkinan kompensasi perang untuk Teheran dan pencabutan tuntutan lama AS terkait pembatasan program rudal Iran.
Perang dimulai setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari. Setelah itu, Iran meluncurkan serangan ke target militer AS di kawasan Teluk dan kelompok Hizbullah di Lebanon menyerang Israel sehingga memicu kembali konflik antara Israel dan kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut.
Perang itu telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, serta mendorong harga energi global naik tajam.
Pakistan menyatakan bahwa penandatanganan kesepakatan awal akan dilakukan dalam 24 jam ke depan. Shehbaz Sharif juga mengatakan bahwa Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan elektronik perjanjian damai segera setelah itu, diikuti pembicaraan tingkat teknis pekan depan.
Kami yakin perjanjian damai bersejarah ini akan menjadi fondasi kuat bagi perdamaian yang berkelanjutan," tulis Sharif di platform X.









