bisnis.laksamana.id – 23 Mei 2026 | Perusahaan taksi otonom Waymo telah menghentikan sementara operasional kendaraan tanpa pengemudi di empat kota besar Amerika Serikat, yaitu Atlanta, Austin, Phoenix, dan San Francisco, setelah armada mereka menghadapi kendala cuaca ekstrem dan genangan banjir di jalan raya.
Langkah penangguhan ini diambil menyusul insiden di Atlanta ketika salah satu robotaxi milik anak perusahaan Alphabet Inc. tersebut nekat menerobos jalanan yang terendam banjir, yang kemudian memicu respons keselamatan dari pihak manajemen.
"Keamanan adalah prioritas utama Waymo, baik bagi penumpang maupun semua orang yang berbagi jalan dengan kami," kata pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan, dilansir dari TechCrunch.
Waymo telah beroperasi di empat kota tersebut sejak tahun 2018 dan telah membawa lebih dari 10 juta penumpang menggunakan layanan mereka.
Perusahaan ini telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang, termasuk mengembangkan teknologi pengenalan wajah dan pengenalan suara untuk mengidentifikasi penumpang.
Selain itu, Waymo juga telah bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan jalan raya.
Walaupun Waymo telah menghentikan operasional robotaxi mereka, perusahaan ini masih berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Dengan demikian, Waymo dapat terus beroperasi dengan aman dan nyaman bagi penumpang dan masyarakat.
Bagi mereka yang tertarik untuk mencoba layanan robotaxi Waymo, perlu diingat bahwa perusahaan ini hanya beroperasi di empat kota tersebut dan masih dalam tahap pengujian.









