bisnis.laksamana.id – 15 Mei 2026 | Sebuah kapal pesiar mewah berbendera Belanda, MV Hondius, telah menjadi sumber wabah hantavirus yang mematikan di Australia Barat. Pada hari Jumat, 15 Mei 2026, sejumlah warga negara Australia yang berada di kapal tersebut tiba di fasilitas karantina di pinggiran kota Perth. Mereka menggunakan penerbangan sewaan pemerintah dan telah menjalani tes kesehatan sebelum keberangkatan dari Netherlands.
Menteri Kesehatan Federal Australia, Mark Butler, menyatakan bahwa seluruh penumpang tersebut telah dinyatakan negatif dan tidak menunjukkan gejala infeksi virus. Namun, menurut World Health Organization, sebanyak 11 penumpang di atas MV Hondius telah terinfeksi hantavirus, dengan tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut.
Kendaraan polisi mengawal sebuah bus yang membawa penumpang yang terjangkit wabah hantavirus ke fasilitas karantina yang dibangun khusus di pinggiran kota Perth. Warga lokal telah disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah.
Lockdown lokal telah diumumkan di beberapa daerah di Australia Barat untuk menghindari penyebaran wabah hantavirus. Pemerintah Australia berusaha untuk mengisolasi penumpang yang terjangkit dan mencegah penyebaran virus ke daerah lain.
Wabah hantavirus di Australia Barat merupakan satu dari beberapa kasus wabah yang terjadi di seluruh dunia. Pemerintah dan organisasi kesehatan internasional berusaha untuk mengatasi wabah ini dan mencegah penyebaran virus ke daerah lain.
Kasus wabah hantavirus di Australia Barat telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Pemerintah dan organisasi kesehatan internasional berusaha untuk memberikan informasi yang akurat dan mengatasi wabah ini.
Wabah hantavirus di Australia Barat merupakan suatu peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah. Pemerintah dan organisasi kesehatan internasional berusaha untuk mengatasi wabah ini dan mencegah penyebaran virus ke daerah lain.









