bisnis.laksamana.id – 16 Mei 2026 | Kebiasaan membagikan momen pengasuhan atau sharenting di media sosial telah menjadi bagian dari gaya hidup digital banyak keluarga. Meskipun tujuannya adalah mendokumentasikan kenangan, praktik ini ternyata menyimpan ancaman siber yang serius bagi masa depan anak.
Laporan penelitian bertajuk Small Shares, Big Risks yang disusun oleh Kaspersky bersama Singapore Institute of Technology (SIT) memberikan peringatan penting bagi para orang tua. Studi ini melibatkan 152 responden dan menegaskan bahwa insting protektif orang tua menjadi benteng utama dalam menjaga privasi digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 85% orang tua merasa yakin bisa menghindari pengunggahan informasi identitas pribadi (PII), seperti alamat rumah atau lokasi sekolah. Namun, mereka juga berupaya tidak mengunggah foto yang berpotensi mempermalukan anak di kemudian hari.
Padahal, sharenting tidak hanya membahayakan privasi anak, tetapi juga dapat melanggar hukum. Pernyataan yang tidak tepat atau foto yang tidak pantas dapat dianggap sebagai pelanggaran privasi dan dapat membahayakan reputasi anak di masa depan.
Untuk menghindari risiko sharenting, orang tua harus lebih berhati-hati dalam membagikan informasi tentang anak di media sosial. Berikut beberapa tips yang dapat diikuti:
- Gunakan profil yang tidak terlihat oleh anak.
- Jangan mengunggah foto atau informasi yang berpotensi mempermalukan anak.
- Gunakan filter atau efek untuk mengenali anak di foto.
- Jangan membagikan informasi pribadi anak, seperti alamat rumah atau lokasi sekolah.
- Gunakan bahasa yang sopan dan tidak terlalu mendetail.
Dengan mengikuti tips di atas, orang tua dapat menghindari risiko sharenting dan menjaga privasi digital anak.
Jadi, orang tua harus lebih waspada dan berhati-hati dalam membagikan informasi tentang anak di media sosial. Dengan demikian, anak dapat menjaga privasi digitalnya dan menghindari risiko sharenting.
Privasi digital anak harus menjadi prioritas bagi orang tua. Dengan mengikuti tips di atas, orang tua dapat membantu anak menjaga privasi digitalnya dan menghindari risiko sharenting.









