bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Argentina diguncang oleh demonstrasi besar-besaran di ibu kota Buenos Aires pada Selasa (12/5/2026). Puluhan ribu warga, terdiri dari mahasiswa dan pekerja, turun ke jalan untuk menentang rencana Presiden Javier Milei mengurangi anggaran pendidikan di universitas negeri. Demonstrasi ini terpusat di Plaza de Mayo, berdekatan dengan istana kepresidenan, dan meluas ke berbagai wilayah strategis lainnya seperti Cordoba, Mendoza, dan Tucuman.
Unjuk rasa ini terjadi sehari setelah rencana pemerintah untuk memangkas anggaran pendidikan dan kesehatan bocor ke publik. Para demonstran dengan tegas menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan ini. Salah seorang demonstran, Renata Lopez, yang masih berusia 18 tahun, mengungkapkan bahwa ia hadir untuk membela pendidikan publik yang terancam oleh kebijakan tersebut.
Renata dan beberapa demonstran lainnya membawa novel karya Ray Bradbury, Fahrenheit 451, sebagai simbol perlawanan. Novel ini menggambarkan sebuah masyarakat distopia yang melarang buku, dan bagi Renata, ini mencerminkan realitas yang mereka hadapi saat ini. “Pengurangan pendanaan pendidikan bukanlah sesuatu yang asing, bukan sesuatu yang distopia. Itu adalah sesuatu yang sedang terjadi,” ujarnya.
Masalah pemotongan anggaran ini muncul setelah Presiden Milei memveto implementasi undang-undang pendanaan universitas negeri, yang menurut pemerintah bertentangan dengan kebijakan fiskal. Pemerintah bahkan telah meminta Mahkamah Agung untuk mengintervensi guna membatalkan implementasi undang-undang tersebut.
Keputusan ini memicu kemarahan publik yang khawatir akan masa depan pendidikan di Argentina. Banyak pihak merasa bahwa pendidikan adalah hak dasar yang harus diprioritaskan dan dilindungi oleh negara. Demonstrasi ini adalah refleksi dari keresahan masyarakat yang tidak ingin melihat generasi mendatang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Dalam situasi yang penuh ketegangan ini, pemerintah diharapkan untuk mendengarkan suara rakyat dan mencari solusi yang tidak merugikan sektor pendidikan. Demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya dirasakan di ibu kota, tetapi juga di berbagai penjuru negeri.
Kesimpulannya, rencana pemotongan anggaran pendidikan oleh Presiden Milei telah memicu protes besar di Argentina. Masyarakat menyerukan pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dan menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama demi masa depan bangsa.









