bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Sebuah film dokumenter yang berjudul Pesta Babi telah menjadi sorotan panas baru-baru ini. Film ini disutradarai oleh Dandhy Laksono dan mengangkat perjuangan masyarakat adat Papua dalam mempertahankan tanah dan identitas budaya mereka.
Menurut laporan, film ini menyoroti konflik agraria, proyek pembangunan besar, serta perjuangan masyarakat adat Papua mempertahankan tanah dan identitas budaya mereka. Melalui pendekatan investigatif, film ini menampilkan dampak lingkungan, simbol perlawanan warga seperti ribuan salib merah, serta kolaborasi dengan Watchdoc, Jubi Media, Greenpeace Indonesia, dan organisasi sipil lainnya.
Kontroversi muncul akibat pembubaran sejumlah acara nonton bareng di berbagai daerah yang memicu perdebatan soal kebebasan berekspresi dan justru membuat film ini semakin dikenal publik. Dandhy Laksono, sutradara film Pesta Babi, telah dikenal lewat karya-karya kritis seperti Sexy Killers dan Dirty Vote.
Judul film Pesta Babi sendiri berasal dari tradisi Suku Muyu, Awon Atatbon. Festival budaya ini digunakan untuk memfasilitasi komunitas adat merevitalisasi struktur sosial dan perlindungan atas wilayah adat mereka. Babi-babi milik tuan pesta akan ditawarkan kepada undangan dengan harga yang tidak boleh melebihi angka Rp5-10 juta.
Pesta Babi telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Sebenarnya film ini bercerita tentang apa? Berikut fakta-fakta pentingnya.
Pesta Babi adalah film dokumenter berdurasi sekitar 95 menit yang menyoroti perubahan besar yang terjadi di Papua Selatan. Film ini merekam bagaimana proyek tersebut berdampak langsung pada lingkungan hidup serta kehidupan masyarakat adat akibat proyek pembukaan lahan skala besar yang dikaitkan dengan program ketahanan pangan dan transisi energi nasional.
Salah satu fokus utama Pesta Babi adalah perjuangan masyarakat adat Papua dalam mempertahankan wilayah yang mereka anggap sakral dan menjadi bagian dari identitas budaya mereka.
Hasil pembubaran acara nonton bareng film Pesta Babi di beberapa daerah telah menimbulkan kontroversi. Pembubaran ini dipicu oleh penolakan masyarakat atas materi film yang dinilai bersifat provokatif. Namun, kegiatan nobar ini juga dianggap sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan hak warga untuk memperoleh informasi.
Penutupan acara nonton bareng film Pesta Babi di beberapa daerah telah menimbulkan kontroversi. Pembubaran ini dipicu oleh penolakan masyarakat atas materi film yang dinilai bersifat provokatif. Namun, kegiatan nobar ini juga dianggap sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan hak warga untuk memperoleh informasi.
Sekarang, kita dapat melihat bahwa film Pesta Babi telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Film ini telah menyoroti perjuangan masyarakat adat Papua dalam mempertahankan tanah dan identitas budaya mereka.
Beberapa fakta penting yang perlu diketahui tentang film Pesta Babi adalah sebagai berikut:
- Menyoroti konflik agraria, proyek pembangunan besar, serta perjuangan masyarakat adat Papua mempertahankan tanah dan identitas budaya mereka.
- Merekam dampak lingkungan, simbol perlawanan warga seperti ribuan salib merah, serta kolaborasi dengan Watchdoc, Jubi Media, Greenpeace Indonesia, dan organisasi sipil lainnya.
- Dandhy Laksono, sutradara film Pesta Babi, telah dikenal lewat karya-karya kritis seperti Sexy Killers dan Dirty Vote.
- Judul film Pesta Babi sendiri berasal dari tradisi Suku Muyu, Awon Atatbon.
- Festival budaya ini digunakan untuk memfasilitasi komunitas adat merevitalisasi struktur sosial dan perlindungan atas wilayah adat mereka.









