bisnis.laksamana.id – 22 Mei 2026 | Masyarakat di dataran tinggi Andes telah menjadi salah satu kelompok pertama yang membudidayakan kentang ribuan tahun lalu. Kebiasaan tersebut diduga menjadi alasan mengapa tubuh mereka kini menunjukkan kemampuan lebih baik dalam mencerna pati. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communication telah mengungkap cara baru tentang bagaimana masyarakat di wilayah Andes kemungkinan masih terus berevolusi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa adaptasi genetik terhadap perubahan pola makan ternyata bisa terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Temuan tersebut juga menambah dimensi baru dalam perdebatan mengenai pola makan paleo atau paleo diet.
Para ilmuwan telah lama menduga bahwa kelompok manusia yang berbeda berevolusi secara genetik sebagai respons terhadap pola makan mereka. Namun, bukti-bukti yang sekuat ini baru ditemukan setelah menganalisis genom 3.723 individu dari 85 populasi di seluruh dunia.
Masyarakat Quechua di Peru memiliki median 10 salinan gen AMY1, yang berperan dalam produksi enzim amilase di air liur. Jumlah itu memberikan keuntungan bertahan hidup atau reproduksi sekitar 1,24 persen pada setiap generasi.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa teknologi kini menjadi kekuatan utama yang mendorong evolusi manusia. Penelitian ini dianggap memberi sudut pandang menarik terhadap gagasan tersebut.
Para ilmuwan berpendapat bahwa adaptasi genetik terhadap perubahan pola makan dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini berarti bahwa manusia dapat berevolusi lebih cepat daripada yang telah dipikirkan sebelumnya.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pola makan yang berbeda dapat menghasilkan efek yang berbeda pada tubuh manusia. Oleh karena itu, penting untuk memahami efek yang dapat ditimbulkan oleh pola makan yang berbeda.
Penelitian ini juga dapat memberi kemudahan bagi manusia untuk memahami bagaimana adaptasi genetik dapat terjadi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa adaptasi genetik dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.









