bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Mendagri Tito Karnavian telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah konflik sosial di daerah-daerah yang rentan. Dalam rapat koordinasi Forkopimda se-Maluku dan Nusa Tenggara yang berlangsung di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Tito Karnavian mengingatkan pentingnya peran Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (TPKS) dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan di daerah.
Tito Karnavian menekankan bahwa Forkopimda memiliki peran strategis dalam mempertemukan seluruh unsur pimpinan daerah yang memiliki kewenangan besar dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Ia juga menekankan bahwa FKUB memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan masyarakat, khususnya di daerah yang rentan terhadap isu-isu keagamaan.
Tito Karnavian juga menambahkan bahwa tim tersebut memiliki peran penting dalam menyusun rencana aksi penanganan konflik sosial, mulai dari pencegahan konflik, penghentian konflik, hingga pemulihan pascakonflik di daerah. Ia menekankan bahwa peran TPKS sangat penting dalam membantu pemerintah daerah dalam menangani konflik sosial yang mungkin terjadi di masa depan.
Rakor ini turut dihadiri oleh Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, serta jajaran Forkopimda se-Maluku dan Nusa Tenggara.









