bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Pengadilan Singapura baru-baru ini menegaskan hukuman penjara dua tahun delapan bulan kepada mantan karyawan NCS, Kandula Raju, atas tuduhan mengakses sistem perusahaan secara ilegal dan menghapus 180 server virtual milik perusahaan.
Mengutip laporan, aksi sabotase yang dilakukan oleh Kandula Raju ini menyebabkan kerugian materi bagi NCS sebesar 917.832 dollar Singapura, atau setara dengan sekitar Rp 11 miliar. Meskipun demikian, pihak manajemen NCS berhasil memastikan tidak ada data sensitif milik pelanggan yang ikut hilang akibat aksi sabotase tersebut, karena ratusan server yang dihapus berada di lingkungan pengujian software atau quality assurance (QA).
Aksi tersebut dimulai setelah Kandula Raju diberhentikan dari pekerjaannya pada Oktober 2022 karena performa kerja yang dinilai buruk. Namun, manajemen NCS tidak langsung mencabut hak akses administratif yang dimilikinya setelah pemutusan hubungan kerja dilakukan.
Kandula Raju akhirnya dihadirkan ke pengadilan untuk menjalani proses hukum atas tuduhan sabotase yang dilakukannya. Pengadilan menegaskan hukuman penjara dua tahun delapan bulan atas tuduhan tersebut, menandakan bahwa aksi sabotase yang dilakukan oleh Kandula Raju telah mencapai titik puncak.
Dengan hukuman yang dijatuhkan, NCS dapat menutup lembaran kasus sabotase yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Namun, insiden ini juga menunjukkan pentingnya menjaga keamanan dan kepercayaan sistem perusahaan, serta perlunya pihak manajemen untuk terus memantau dan memastikan keamanan data yang diproses oleh perusahaan.
Rupanya, insiden sabotase ini bukanlah hal yang baru bagi NCS. Pihak perusahaan telah mengalami beberapa kali kasus sabotase sebelumnya, namun hal ini bukanlah alasan untuk mengurangi ketegasan dalam menjaga keamanan dan kepercayaan sistem perusahaan.
Penundaan akses administratif setelah pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh manajemen NCS terbukti merupakan keputusan yang salah, karena hal ini memberikan kesempatan bagi Kandula Raju untuk mengakses sistem perusahaan secara ilegal dan melakukan aksi sabotase.
Insiden ini menunjukkan pentingnya menjaga keamanan dan kepercayaan sistem perusahaan, serta perlunya pihak manajemen untuk terus memantau dan memastikan keamanan data yang diproses oleh perusahaan.
Mengingat pentingnya menjaga keamanan dan kepercayaan sistem perusahaan, NCS perlu meningkatkan keamanan dan kepercayaan sistemnya untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Dengan demikian, NCS dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan meningkatkan reputasinya sebagai perusahaan yang menjaga keamanan dan kepercayaan sistemnya.









