bisnis.laksamana.id – 21 Mei 2026 | Rising use of a drug called kratom di kalangan remaja dan dewasa muda telah menciptakan kekhawatiran serius tentang kecanduan dan kesehatan mental. Menurut sebuah penelitian, sekitar 100.000 anak-anak di Amerika Serikat telah menggunakan kratom, sebuah obat alami yang berasal dari tanaman Mitragyna speciosa.
Kratom telah menjadi populer di kalangan remaja dan dewasa muda sebagai obat alternatif untuk mengatasi stres, depresi, dan kecemasan. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan kratom dapat menyebabkan kecanduan dan efek sampingan lainnya, seperti diare, mual, dan kelelahan.
Opini publik tentang kratom telah terbagi. Beberapa orang menganggapnya sebagai obat yang aman dan efektif, sedangkan yang lainnya menganggapnya sebagai obat yang berbahaya. Namun, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan kratom dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk kecanduan dan overdosis.
Di Amerika Serikat, beberapa negara bagian telah melarang penggunaan kratom, sementara yang lainnya masih mempertimbangkan untuk melarangnya. Pada tahun 2020, Missouri menjadi negara bagian pertama yang melarang penggunaan kratom. Namun, penggunaan kratom masih marak di kalangan remaja dan dewasa muda.
Para ahli kesehatan merekomendasikan agar orang-orang berhati-hati dalam menggunakan kratom dan mengikuti instruksi penggunaan yang tepat. Mereka juga merekomendasikan agar orang-orang mencari bantuan profesional jika mereka mengalami gejala kecanduan atau efek sampingan lainnya.
Kesimpulannya, penggunaan kratom telah menciptakan kekhawatiran serius tentang kecanduan dan kesehatan mental. Orang-orang harus berhati-hati dalam menggunakan kratom dan mengikuti instruksi penggunaan yang tepat. Jika Anda mengalami gejala kecanduan atau efek sampingan lainnya, segera cari bantuan profesional.








