bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia menilai bahwa pelemahan rupiah saat ini adalah anomali yang tak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen di kuartal pertama.
Mereka menyoroti bahwa pelemahan rupiah tidak dapat dipahami, mengingat kemajuan ekonomi yang signifikan yang telah diraih oleh Indonesia.
Mereka juga menilai bahwa Bank Indonesia (BI) harus lebih proaktif dalam menghadapi ancaman pelemahan rupiah dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menguatkan nilai rupiah.
Anggota Komisi XI juga menyarankan BI untuk meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter dan mengkomunikasikan informasi yang lebih akurat tentang kondisi ekonomi Indonesia.
Mereka yakin bahwa dengan langkah-langkah yang tepat, BI dapat menguatkan nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor asing.
Saat ini, BI telah mengambil langkah-langkah untuk menguatkan nilai rupiah, termasuk meningkatkan suku bunga dan mengintervensi pasar valuta asing.
Anggota Komisi XI berharap bahwa BI akan terus berusaha untuk menguatkan nilai rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor asing.
Mereka juga menyarankan pemerintah untuk meningkatkan investasi di sektor-sektor strategis seperti infrastruktur dan teknologi informasi untuk meningkatkan kemajuan ekonomi Indonesia.
Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan daya saing global dan meningkatkan kepercayaan investor asing.








