Scroll to read post

Kemenhaj: Pembayaran Dam di RI Bisa Dilakukan, tapi Lewat Adahi di Saudi

Kemenhaj: Pembayaran Dam di RI Bisa Dilakukan, tapi Lewat Adahi di Saudi
Kemenhaj: Pembayaran Dam di RI Bisa Dilakukan, tapi Lewat Adahi di Saudi
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 16 Mei 2026 | Jakarta, Kemenhaj memperkuat tata kelola pembayaran dam bagi jemaah haji Indonesia. Menurut Jurubicara Kemenhaj, Maria Assegaff, pemerintah menghormati keberagaman pandangan fiqih terkait pelaksanaan dam. Bagi jemaah yang meyakini dam dapat dilaksanakan di Indonesia, mereka dapat melakukannya melalui mekanisme yang sesuai ketentuan. Sementara bagi jemaah yang meyakini dam harus dilaksanakan di Tanah Haram, pemerintah telah memfasilitasi pelaksanaannya melalui lembaga resmi yang diakui Pemerintah Arab Saudi, yakni Adahi.

Untuk pembayaran dam di Tanah Haram, Kemenhaj menetapkan mekanisme resmi melalui Adahi Project yang terintegrasi dengan Nusuk Masar. Skema ini dipilih untuk memastikan pelaksanaan dam berlangsung sesuai syariat, tertib administrasi, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. Biaya pembayaran dam tahun ini ditetapkan sebesar 720 Riyal Saudi (SAR) per jemaah. Hingga saat ini, sebanyak 34.308 jemaah Indonesia di Arab Saudi telah melakukan pembayaran dam sesuai mekanisme resmi.

Maria menambahkan, Kemenhaj bersama Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) terus menghadirkan kemudahan layanan bagi jemaah. Petugas Adahi akan hadir langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap guna melakukan pembayaran dan verifikasi. Skema jemput layanan ini diprioritaskan terutama untuk membantu jemaah lansia, disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah agar tidak melakukan pembayaran dam melalui jalur tidak resmi. Mereka juga diingatkan untuk menjaga kesehatan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menjelang Armuzna, jemaah diingatkan untuk menjaga stamina dengan membiasakan berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan sekecil apa pun.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 411 kloter dengan 158.978 jemaah dan 1.641 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, 392 kloter dengan 151.382 jemaah dan 1.568 petugas telah tiba di Makkah. Adapun sebanyak 140 kloter dengan 53.705 jemaah dan 561 petugas telah tiba melalui Bandara Jeddah. Untuk jemaah haji khusus, tercatat sebanyak 11.087 orang telah tiba di Tanah Suci.