bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Menjelang peringatan Kenaikan Yesus Kristus pada tahun 2026, masyarakat di Indonesia dihadapkan pada penyesuaian jadwal operasional berbagai lembaga keuangan, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Libur nasional ini, yang juga disertai dengan cuti bersama, membuat kedua bank besar tersebut melakukan penyesuaian agar tetap bisa melayani kebutuhan nasabah dengan optimal meskipun dalam suasana liburan.
Bank BRI, yang dikenal sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, mengumumkan bahwa mereka akan tetap membuka beberapa unit layanan terbatas selama libur Kenaikan Yesus Kristus. Layanan ini bertujuan untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi penting, seperti pembayaran tagihan dan layanan perbankan mendesak lainnya, tetap dapat dilakukan oleh nasabah. Nasabah diharapkan untuk memeriksa cabang-cabang mana yang tetap buka melalui laman resmi BRI atau aplikasi mobile banking mereka.
Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga mengadopsi langkah serupa dengan mengoperasikan sejumlah cabang di lokasi strategis. BSI berkomitmen untuk mendukung nasabahnya selama periode liburan ini, terutama bagi mereka yang membutuhkan layanan perbankan syariah. Nasabah disarankan untuk memanfaatkan layanan digital BSI yang terus beroperasi 24/7, sehingga dapat melakukan transaksi non-tunai dengan mudah kapan saja.
Selain layanan langsung di kantor cabang, baik BRI maupun BSI mengingatkan nasabah untuk memanfaatkan layanan ATM dan e-banking sebagai alternatif dalam melakukan transaksi selama libur. Layanan ini diharapkan dapat mengurangi antrian serta mempermudah nasabah dalam mengakses keuangan mereka tanpa harus datang langsung ke bank.
Penyesuaian jadwal operasional selama libur nasional ini merupakan bagian dari upaya kedua bank untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, sembari menghormati perayaan keagamaan yang penting ini. Dengan memastikan beberapa unit layanan tetap beroperasi, BRI dan BSI menunjukkan komitmennya untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang beragam, bahkan di tengah-tengah liburan panjang.
Keputusan untuk membuka sebagian layanan selama liburan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda, terutama bagi mereka yang tidak bisa menunda transaksi keuangan penting. Oleh karena itu, baik BRI maupun BSI berharap nasabah dapat merencanakan aktivitas perbankan mereka dengan baik dan memanfaatkan opsi layanan yang tersedia.









