Scroll to read post

Harga BBM Nonsubsidi: Apa yang Dikatakan Menko Perekonomian?

Rosmiya Patricea
Harga BBM Nonsubsidi: Apa yang Dikatakan Menko Perekonomian?
Harga BBM Nonsubsidi: Apa yang Dikatakan Menko Perekonomian?
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 19 Juni 2026 | Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kembali membahas isu harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Pada kesempatan terakhir, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah masih akan mencermati implementasi perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sebelum melihat kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Mengutip pernyataan Airlangga, meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda, dampaknya terhadap pasar energi global belum bisa langsung diterjemahkan menjadi penurunan harga bahan bakar. "Ya, pertama penandatanganan (perjanjian damai Iran-AS) besok (19 Juni) benar-benar dilaksanakan. Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz, kan, kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi. Ini, kan, tidak otomatis kita lihat juga implementasi dari perjanjian perdamaian," kata Airlangga.

Saat ditanya berapa lama masyarakat harus menunggu hingga harga BBM non-subsidi seperti Pertamax berpotensi mengalami penurunan, Airlangga belum memberikan perkiraan waktu yang pasti. "Ya, kita lihat barangnya sampai mana," ujarnya.

Dia juga belum memastikan apakah pemerintah akan menyiapkan bauran kebijakan tambahan untuk merespons perkembangan harga energi global. "Nanti kita lihat," tuturnya.

Perlu diingat bahwa perjanjian damai antara AS dan Iran akan ditandatangani pada 19 Juni. Namun, belum jelas apakah perjanjian ini akan langsung berdampak pada harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Apakah harga BBM nonsubsidi akan menurun setelah perjanjian damai antara AS dan Iran ditandatangani? Hanya waktu yang akan menjawabnya.