Scroll to read post

Gus Ipul Dorong Perhatian pada ‘Invisible People’ di Indonesia

Raaqiyah Suginah
Gus Ipul Dorong Perhatian pada 'Invisible People' di Indonesia
Gus Ipul Dorong Perhatian pada 'Invisible People' di Indonesia
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Gus Ipul, seorang tokoh masyarakat terkemuka, baru-baru ini menyoroti persoalan serius mengenai ‘invisible people‘ atau orang-orang yang tidak terdata dalam sistem sosial di Indonesia. Dalam sebuah pertemuan penting dengan pejabat dari 12 pemerintah daerah, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap warga miskin yang belum terjangkau oleh bantuan negara dan program sosial yang ada.

Diskusi ini berfokus pada upaya untuk memastikan bahwa setiap warga negara, terutama mereka yang berada dalam kemiskinan ekstrem, tercatat dan mendapatkan akses ke layanan yang berhak mereka terima. Gus Ipul menekankan pentingnya data yang akurat dan mencakup semua lapisan masyarakat guna memastikan ketepatan sasaran dalam pemberian bantuan.

Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas tentang perkembangan proyek Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menyediakan pendidikan yang lebih inklusif dan terjangkau bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal, sehingga mereka dapat mengejar impian dan keluar dari jerat kemiskinan.

Gus Ipul menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam menangani masalah ‘invisible people’ adalah keterbatasan data yang ada. Banyak dari mereka yang tinggal di daerah terpencil atau komunitas marjinal yang tidak terjangkau oleh survei dan pendataan resmi. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk memperbaiki sistem pendataan.

Pemerintah daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut sepakat untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam penanganan masalah ini. Mereka berkomitmen untuk mengembangkan sistem pendataan yang lebih efektif dan inklusif, serta memastikan bahwa bantuan sosial dapat diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.

Kesadaran akan pentingnya menangani ‘invisible people’ ini perlu ditingkatkan di semua lapisan masyarakat agar tidak ada lagi warga negara yang tertinggal. Gus Ipul berharap bahwa upaya yang dilakukan saat ini dapat membawa perubahan signifikan dalam kualitas hidup masyarakat miskin di Indonesia.

Dengan adanya perhatian yang lebih serius terhadap isu ini, diharapkan akan semakin banyak inisiatif dan program yang diluncurkan untuk mengatasi masalah ‘invisible people’ dan memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan sejahtera.