bisnis.laksamana.id – 22 Mei 2026 | Google telah menghadirkan pembaruan besar untuk teknologi pendeteksi konten kecerdasan buatan mereka, SynthID, dalam ajang Google I/O 2026. Pembaruan ini memungkinkan pengguna memeriksa keaslian gambar buatan AI secara langsung melalui layanan Google seperti Search, Chrome, hingga Gemini.
Sistem verifikasi utama untuk konten generatif ini diperkuat di tengah maraknya foto AI dan deepfake yang kian mirip dengan aslinya. SynthID sendiri merupakan teknologi watermark digital yang dikembangkan oleh Google DeepMind untuk menandai konten hasil kecerdasan buatan.
Teknologi ini menanamkan sidik jari digital tersembunyi langsung ke dalam piksel gambar, video, audio, maupun teks. Watermark ini tidak kasat mata, namun tetap dapat dibaca oleh sistem verifikasi internal Google.
Google berharap bahwa pembaruan ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap konten digital. Dengan SynthID, pengguna dapat lebih mudah membedakan antara konten asli dan buatan AI. Pembaruan ini juga dapat membantu melindungi hak cipta dan integritas konten digital.
Google telah menguji SynthID secara luas dan telah melihat hasil yang positif. Mereka berharap bahwa pembaruan ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap teknologi AI dan digital.
Di tengah maraknya foto AI dan deepfake, Google berharap bahwa SynthID dapat membantu melindungi pengguna dari konten palsu. Dengan teknologi ini, pengguna dapat lebih mudah memeriksa keaslian gambar dan video, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan mereka terhadap konten digital.
Google telah menghadirkan pembaruan besar untuk teknologi SynthID dalam ajang Google I/O 2026. Pembaruan ini memungkinkan pengguna memeriksa keaslian gambar buatan AI secara langsung melalui layanan Google.
SynthID merupakan teknologi watermark digital yang dikembangkan oleh Google DeepMind untuk menandai konten hasil kecerdasan buatan. Teknologi ini menanamkan sidik jari digital tersembunyi langsung ke dalam piksel gambar, video, audio, maupun teks.









