bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Proses digitalisasi arsip nasional yang sebelumnya dilakukan secara manual kini memasuki fase baru yang inovatif. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber sedang mengembangkan sistem otomatis berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang bertujuan untuk mendeskripsikan arsip foto sejarah Indonesia secara digital.
Teknologi yang diterapkan dalam sistem ini mengandalkan model vision-language, yang memungkinkan untuk mendeteksi berbagai unsur penting dalam foto, seperti objek, aktivitas, suasana, dan konteks visual. Dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial, sistem ini akan memproses foto-foto sejarah dan menghasilkan kalimat deskriptif yang sesuai dengan standar kearsipan nasional.
Inovasi ini sangat penting bagi pengelolaan dokumen sejarah yang berskala besar, yang selama ini terkendala oleh proses manual yang memakan waktu dan sumber daya. Dengan sistem otomatis ini, diharapkan pengelolaan arsip menjadi lebih efisien dan terstruktur, memungkinkan peneliti dan masyarakat umum untuk mengakses informasi sejarah dengan lebih mudah.
Penggunaan kecerdasan artifisial dalam bidang kearsipan ini merupakan langkah maju yang signifikan, terutama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. BRIN berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi ini agar dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam pengelolaan arsip nasional.
BRIN berharap bahwa dengan adanya teknologi ini, masyarakat akan lebih tertarik untuk mengeksplorasi sejarah Indonesia yang kaya dan beragam. Proses digitalisasi yang lebih cepat dan efisien ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi publik untuk memahami dan menghargai warisan budaya bangsa.
Dengan demikian, pengembangan AI untuk deskripsi arsip foto sejarah Indonesia bukan hanya sekedar inovasi teknologi, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam pelestarian dan penyebaran pengetahuan sejarah yang penting bagi generasi mendatang.









