bisnis.laksamana.id – 21 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) telah menargetkan implementasi QRIS lintas negara akan diperluas pada tahun 2026. Menurut Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, target tersebut berdasarkan capaian transaksi QRIS secara keseluruhan. Sampai saat ini, transaksi QRIS telah mencapai 7,83 miliar, dengan jumlah merchant mencapai 45,3 juta dan pengguna mencapai 63 juta.
BI juga membuka peluang perluasan kerja sama pembayaran lintas negara berbasis QRIS ke Vietnam dan Filipina. Saat ini, layanan pembayaran QRIS antarnegara telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Jepang, dan Singapura di kawasan Asia.
Kepala Perwakilan Kantor BI Singapura, Widi Agustin S, mengatakan kedua negara tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas ke depan. Namun, perluasan kerja sama QRIS antarnegara tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur pembayaran di masing-masing negara.
BI juga membuka peluang kerja sama dengan lebih banyak platform pembayaran digital di Thailand selain PromptPay. Dengan demikian, BI berharap dapat meningkatkan penggunaan QRIS lintas negara dan meningkatkan kemampuan pembayaran lintas batas.
Selain itu, BI juga menargetkan transaksi QRIS lintas negara akan meningkat pada tahun 2026. Menurut Filianingsih, transaksi QRIS lintas negara telah mencapai Rp 2,28 triliun pada tahun 2025.
BI berharap dapat meningkatkan kemampuan pembayaran lintas batas dengan meluaskan QRIS lintas negara. Dengan demikian, BI dapat meningkatkan kemampuan pembayaran lintas batas dan meningkatkan kemampuan ekspor.








