bisnis.laksamana.id – 06 Juni 2026 | Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membuka Musyawarah Besar V Kosgoro 1957 di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/6). Ia pun mengungkap salah satu fase penting dalam sejarah Kosgoro. Bahlil mengenang Kosgoro sempat berada di persimpangan jalan pada masa transisi politik pasca reformasi. Bahkan, menurutnya, organisasi pendiri Partai Golkar itu pernah memiliki keinginan untuk keluar dari jalur penyaluran aspirasi politik Golkar.
Kosgoro lahir dengan tujuan mulia, yakni mengisi kemerdekaan Indonesia setelah perjuangan merebut kemerdekaan berhasil dilakukan. Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjelaskan, Kosgoro dalam sejarahnya adalah merupakan satu organisasi yang dilahirkan dengan cita-cita mulia, yaitu untuk mengisi kemerdekaan pasca merebut kemerdekaan.
Bahlil juga menjelaskan posisi strategis Kosgoro sebagai salah satu organisasi pendiri Golkar. Menurut dia, setelah proses fusi berbagai organisasi yang tergabung dalam Sekber Golkar, Kosgoro mendapatkan mandat membidangi dua sektor utama, yakni ekonomi dan pendidikan.
Bahlil menilai keputusan mempertahankan Kosgoro dengan Golkar menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan organisasi tersebut. Menurutnya, dari fase itulah kemudian Kosgoro yang tetap berada dalam orbit Partai Golkar kembali menegaskan identitas organisasinya dengan menggunakan nama Kosgoro 1957.
Bahlil menilai keberadaan Kosgoro 1957 di dalam Golkar memiliki landasan historis dan ideologis yang kuat. Nah, ini Kosgoro beneran, karena memang aspirasi politik Kosgoro itu adalah memang ke Partai Golkar sebagai bentuk daripada peloporisasi untuk melahirkan doktrin karya-kekaryaan.
Momen Ketum Golkar Bahlil Lahadalia tertawa imbas disambut lagu MBG di Mubes V Kosgoro 1957. Foto: YouTube/ Kosgoro 1957 Bahlil juga menjelaskan, Kosgoro ini begitu KINO-KINO (Kelompok Induk Organisasi) dibentuk, terjadi fusi dari sekitar hampir 300 organisasi yang dalam Sekber, kemudian dibuat segmentasi. Nah, Kosgoro ini membawahi dua bidang substansi. Yang pertama adalah ekonomi, yang kedua adalah pendidikan.
Bahlil menilai kedua bidang tersebut merupakan faktor utama dalam membangun partai politik modern. Kalau kita mau tarik kekuatan partai modern, itu ada pada dua hal, logistik dan kecerdasan. Kecerdasan tanpa logistik, susah. Logistik tanpa kecerdasan, juga susah. Tapi Kosgoro membawahi dua ini, kecerdasan dan logistik.
Karena itu, ia menyebut Kosgoro memiliki posisi yang sangat penting bagi Partai Golkar. Menurutnya, organisasi pendiri partai seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas kader sebelum nantinya berkiprah di partai politik.
Saya meminta dalam musyawarah yang kelima ini, Kosgoro dalam memberikan rekomendasi kepada partai, kader-kadernya itu bukan kader-kader yang baru belajar. Harusnya organisasi-organisasi yang mendirikan, organisasi-organisasi yang didirikan, jadi-dijadikan sebagai tempat untuk mengasah pembentukan karakter diri dan peningkatan kualitas diri terhadap kader, yang kelak nanti untuk disuplai kepada partai. Ini yang menjadi harapan kita semua.









