bisnis.laksamana.id – 17 Mei 2026 | Pendeta Anton Wamang, ayah dari Nalince Wamang, telah memberikan klarifikasi atas kematian putrinya yang disebut sebagai korban penembakan di wilayah Camp Wini MP.69, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Sebelumnya, Anton sempat menyebut ada oknum TNI yang terlibat sebagai pelaku penembakan putrinya.
Anton mengaku, pernyataan yang sempat disampaikan kepada awak media televisi beberapa waktu lalu, keluar dalam kondisi emosional dan penuh tekanan batin akibat kehilangan putri tercintanya. Ia menegaskan bahwa rasa duka yang begitu mendalam membuat dirinya terburu-buru dalam menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tragis tersebut.
Tim Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III mengevakuasi jenazah guru yang menjadi korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (23/03/2025).
Setelah menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian serta mengetahui bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, Anton menyatakan bahwa pelaku penembakan hingga kini belum dapat dipastikan. Ia menegaskan bahwa kasus tersebut masih didalami oleh aparat TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya, guna mengungkap fakta sebenarnya secara objektif dan transparan.
Anton menegaskan bahwa TNI tidak terlibat dalam peristiwa kematian putri tercinta dan memohon maaf atas pernyataan sebelumnya. Ia berharap seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan meminta penyelidikan bersama-sama.
Keluarga Nalince Wamang tetap menginginkan keadilan bagi almarhumah dan berharap pelaku penembakan segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Anton juga memohon maaf apabila ada kesalahan dalam tutur kata maupun pernyataan yang disampaikan.
Peristiwa penembakan Nalince Wamang telah menimbulkan perhatian luas dan meminta penjelasan dari pihak yang terkait.









