Scroll to read post

Risiko Keamanan Global: Bagaimana Satelit LEO Membawa Ancaman Baru?

Ngasari Tisa Tisa
Risiko Keamanan Global: Bagaimana Satelit LEO Membawa Ancaman Baru?
Risiko Keamanan Global: Bagaimana Satelit LEO Membawa Ancaman Baru?
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 23 Mei 2026 | Perkembangan satelit Low Earth Orbit (LEO) atau satelit orbit rendah telah membawa risiko baru bagi stabilitas keamanan global. Meskipun teknologi ini membantu memperluas area konektivitas ke dunia internet, namun juga berpotensi memicu konflik geopolitik hingga militerisasi ruang angkasa.

Hal ini telah dikemukakan oleh Third Secretary Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Nikolay Perminov dalam forum diskusi bertajuk ‘The Uncontrolled Use of Low Earth Orbit (LEO) Satellites: The Political-Security Risks and Challenges’ yang digelar Pusat Riset Politik BRIN di Jakarta.

‘Satelit LEO membawa risiko baru bagi keamanan global karena dapat digunakan sebagai senjata oleh negara-negara untuk mencapai tujuan militer,’ kata Perminov.

Perminov juga menekankan bahwa regulasi internasional yang memadai diperlukan untuk mengatasi risiko ini. ‘Kita perlu mengembangkan standar internasional yang dapat mengatasi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh satelit LEO,’ ujarnya.

Forum diskusi ini dihadiri oleh para ahli dan pakar dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan China. Mereka berdiskusi tentang risiko keamanan yang ditimbulkan oleh satelit LEO dan bagaimana mengatasi risiko tersebut.

Forum diskusi ini juga membahas tentang pentingnya mengembangkan regulasi internasional yang dapat mengatasi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh satelit LEO. ‘Kita perlu mengembangkan standar internasional yang dapat mengatasi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh satelit LEO,’ kata Perminov.

Forum diskusi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh satelit LEO. ‘Kita perlu bekerja sama untuk mengembangkan regulasi internasional yang dapat mengatasi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh satelit LEO,’ kata Perminov.