bisnis.laksamana.id – 22 Mei 2026 | Bentrokan antarmahasiswa yang terjadi di Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh telah menyebabkan kerusuhan yang luas dan berdampak pada fasilitas universitas. Salah satu korban kerusuhan adalah Gedung Fakultas Pertanian USK yang terbakar. Menurut informasi yang diperoleh, bentrokan antarmahasiswa itu melibatkan dua kelompok dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik USK Banda Aceh.
Kerusuhan ini terjadi karena adanya perbedaan pendapat antara dua kelompok mahasiswa. Perbedaan pendapat itu kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik yang melibatkan banyak orang. Akibatnya, Gedung Fakultas Pertanian USK yang terletak di jantung kampus universitas, terbakar. Kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan mahasiswa dan staf universitas.
Universitas Syiah Kuala (USK) telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk tindakan kerusuhan itu. Pihak universitas juga telah meminta kepada mahasiswa untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kerusuhan lagi. Sementara itu, pihak kepolisian telah menggelar penyelidikan untuk mengetahui penyebab kerusuhan itu.
Kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat Aceh. Mereka khawatir bahwa kejadian ini dapat menimbulkan kerusuhan yang lebih luas dan berdampak pada keamanan kampus universitas.
Universitas Syiah Kuala (USK) telah menawarkan bantuan kepada mahasiswa yang terdampak kejadian ini. Mereka juga telah menggelar pertemuan dengan mahasiswa untuk membicarakan tentang kejadian ini dan menemukan solusi untuk menghindari kerusuhan di masa depan.
Kerusuhan di USK Aceh telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat. Mereka berharap bahwa kejadian ini dapat diatasi dengan cepat dan tidak menimbulkan kerusuhan yang lebih luas.
Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kejadian ini telah menimbulkan dampak yang luas dan berdampak pada keamanan kampus universitas. Kita harus berusaha untuk menghindari kerusuhan di masa depan dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang.








