bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Google telah melakukan kesuksesan dalam mendeteksi dan menghentikan serangan siber massal yang dikembangkan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Laporan ini dilansir dari Google Threat Intelligence Group (GTIG) dan membuktikan kemampuan perusahaan teknologi untuk melawan ancaman siber yang semakin meningkat.
Serangan siber ini rencananya akan digunakan oleh kelompok penjahat siber terkemuka untuk melancarkan serangan massal terhadap sistem autentikasi dua faktor (2FA) pada sebuah alat administrasi sistem berbasis web open-source. Namun, tim peneliti Google berhasil menemukan kejanggalan pada skrip pemrograman Python yang dipakai oleh para peretas dan mengindikasikan adanya keterlibatan kuat dari teknologi AI dalam proses pembuatannya.
Hasil ini menunjukkan bahwa Google telah mampu mendeteksi dan menghentikan serangan siber yang dikembangkan dengan bantuan AI, yang merupakan ancaman baru bagi keamanan siber. Ini juga menunjukkan kemampuan perusahaan teknologi untuk melawan ancaman siber yang semakin meningkat.
Keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya keamanan siber dan perlunya perusahaan-perusahaan teknologi untuk terus meningkatkan kemampuan mereka dalam melawan ancaman siber. Google telah menunjukkan kemampuan mereka dalam melawan ancaman siber dan menunjukkan bahwa keamanan siber harus menjadi prioritas utama bagi perusahaan-perusahaan teknologi.
Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa keamanan siber adalah masalah yang semakin besar dan perlu perhatian dari semua pihak. Google telah menunjukkan kemampuan mereka dalam melawan ancaman siber dan menunjukkan bahwa keamanan siber harus menjadi prioritas utama bagi perusahaan-perusahaan teknologi.









