Scroll to read post

Anies Baswedan Menghargai Peran Jusuf Kalla dalam Menyelesaikan Konflik

Anies Baswedan Menghargai Peran Jusuf Kalla dalam Menyelesaikan Konflik
Anies Baswedan Menghargai Peran Jusuf Kalla dalam Menyelesaikan Konflik
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 16 Mei 2026 | Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menekankan peran penting Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, dalam menyelesaikan berbagai konflik di Tanah Air. Menurut Anies, kedamaian yang dirasakan di sejumlah wilayah bekas konflik tidak lepas dari campur tangan dan kerja keras JK di masa lalu.

“Kalau kita melihat hari ini Ambon yang tenang, kita melihat Poso yang tenang, kita melihat Aceh yang tenang, di situ ada sidik jarinya Pak JK," ujar Anies usai hadiri acara tasyakuran perayaan ulang tahun ke-84 JK di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5).

Anies mengingatkan bahwa masyarakat kerap menuntut kedamaian saat situasi sedang memanas, namun sering kali melupakan sosok di balik layar yang mengupayakan perdamaian tersebut setelah konflik mereda. Padahal, mewujudkan perdamaian membutuhkan proses dan jam terbang kemanusiaan yang luar biasa.

“Sering kali kita merasa penting damai pada saat sedang konflik. Konflik berdarah, pada saat itu kita menginginkan damai. Sesudah damai, kita sering lupa bahwa proses perdamaian itu ada yang mengerjakan," jelasnya.

Selain dalam hal rekonsiliasi konflik, Anies menilai rekam jejak kepemimpinan JK sangat berharga sebagai rujukan ilmu. Ia mengenang momen pada tahun 2009 ketika dirinya masih aktif di dunia akademis dan menginisiasi kelas khusus yang diampu langsung oleh JK setelah purnatugas sebagai wapres.

“Selesai Pak JK jadi wapres pada 2009, saya waktu itu masih di kampus. Kami membuat sebuah mata pelajaran namanya Kuliah Kepemimpinan dari Pak JK. Yang ngajar Pak JK, dosennya Pak JK. Siapa yang ikut? Pemimpin bisnis, pemimpin politik. Karena pelajaran kepemimpinan dari beliau itu bisa dimanfaatkan luar biasa," ungkap Anies.

Kini, di usia JK yang menginjak 84 tahun, Anies melihat semangat tokoh senior itu masih terus menyala dan produktif. Ia pun mendorong generasi muda untuk menyerap ilmu dan hikmah dari pengalaman panjang sang bapak bangsa.

“Bagi teman-teman generasi yang mungkin 20-an, 30-an, selisih usianya jauh ya, tetapi esensi kepemimpinan yang beliau miliki itu bisa jadi inspirasi. Mudah-mudahan teman-teman semua memanfaatkan sehatnya beliau untuk jadi sumber ilmu, sumber hikmah," pungkasnya.