Scroll to read post

Apindo Wanti-wanti Defisit Dagang, Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli

Pauel Scott
Apindo Wanti-wanti Defisit Dagang, Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli
Apindo Wanti-wanti Defisit Dagang, Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 04 Juli 2026 | Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) telah mengingatkan Pemerintah untuk mewaspadai defisit neraca perdagangan barang yang terjadi pada Mei 2026. Menurut Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, defisit perdagangan perlu diantisipasi karena berpotensi menambah tekanan terhadap keseimbangan eksternal Indonesia. Shinta mengatakan bahwa kondisi defisit bisa meningkatkan kebutuhan valuta asing untuk membiayai impor energi, sementara penerimaan devisa dari ekspor justru berkurang.

Apindo juga melihat bahwa defisit pada satu bulan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa neraca perdagangan Indonesia telah masuk dalam tren pelemahan yang permanen. Shinta mengatakan bahwa perkembangan beberapa bulan ke depan masih perlu dicermati, terutama arah harga energi global, pergerakan nilai tukar rupiah, permintaan dari negara tujuan ekspor utama, serta kinerja ekspor nonmigas.

Apindo meminta Pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi, khususnya nilai tukar rupiah, dan menjamin kelancaran pasokan bahan baku dan energi. Selain itu, Pemerintah juga diminta menyiapkan kebijakan yang bersifat counter-cyclical untuk menghadapi kondisi defisit tersebut.

Shinta Kamdani mengatakan bahwa jika daya beli melemah, industri akan menghadapi tekanan ganda: biaya produksi naik, tetapi kemampuan pasar untuk menyerap produk juga menurun. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi keputusan produksi, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Apindo juga meminta Pemerintah untuk mempercepat reformasi struktural, mulai dari penyederhanaan perizinan dan regulasi, efisiensi biaya logistik, kepastian kebijakan, penguatan sektor hulu domestik, dan pengembangan bahan baku dan energi yang lebih kompetitif guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.